• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Swasembada Beras Bukan Euforia: Produksi Harus Terus Digenjot!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 21, 2026
in Feature, Politik
0
Menhut :Pemanfaatan Hutan untuk Cadangan Pangan dan Air Tidak Memicu Deforestasi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Di awal tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih swasembada beras. Per 31 Desember 2025 pukul 00.00, Indonesia secara resmi berhak menyandang atribut sebagai bangsa yang berswasembada beras. Namun yang jauh lebih penting dari sekadar deklarasi adalah memastikan bahwa swasembada beras kali ini benar-benar berbeda dari swasembada beras sebelumnya.

Kemauan politik menuju swasembada beras 2025 tidak boleh lagi terjebak pada pola lama: swasembada yang bersifat “on trend”, atau yang kerap disebut swasembada beras sesaat—kadang swasembada, kadang kembali impor. Yang harus diwujudkan adalah swasembada beras berkelanjutan, bahkan swasembada beras sepanjang masa.

Berdasarkan berbagai pengamatan, salah satu faktor kunci keberhasilan swasembada beras kali ini adalah kemampuan petani padi nasional meningkatkan produksi secara signifikan. Produksi beras nasional tahun 2025 benar-benar melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Pada saat yang sama, Indonesia mulai menghentikan impor beras—sebuah capaian strategis yang patut diapresiasi.

Isu utama peningkatan produksi beras saat ini bertumpu pada peningkatan luas panen serta penguatan produksi di sentra-sentra utama padi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi beras Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, antara lain perluasan areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan pertanian, penguatan sarana dan prasarana produksi—seperti penyediaan benih unggul bermutu, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan mekanisasi. Di atas semua itu, kerja keras petani dan keberpihakan kebijakan pemerintah menjadi penopang utama peningkatan produksi beras nasional.

Menggenjot produksi beras memang merupakan keniscayaan. Beras adalah makanan pokok mayoritas rakyat Indonesia, sementara kebutuhan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak ringan: perubahan iklim, penyusutan lahan pertanian, hingga keterbatasan adopsi teknologi pertanian modern. Karena itu, peningkatan produksi beras membutuhkan strategi yang tepat, konsisten, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Sesungguhnya, berbagai kebijakan untuk menjawab tantangan tersebut telah dijalankan pemerintah.
Pertama, program intensifikasi, melalui pemanfaatan teknologi modern, penggunaan benih unggul, pupuk, serta perbaikan sistem irigasi.
Kedua, program ekstensifikasi, yakni perluasan lahan pertanian melalui pembukaan sawah baru, seperti Program Lambung Mangkurat.
Ketiga, dukungan infrastruktur, meliputi pembangunan dan perbaikan irigasi, jalan usaha tani, serta gudang penyimpanan.
Keempat, subsidi pertanian, mencakup pupuk, benih, dan alat pertanian.
Kelima, pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan pertanian, termasuk penguatan penyuluhan berbasis teknologi dan sistem digital.

Tantangan-tantangan tersebut kini mulai terjawab. Keberhasilan swasembada beras menunjukkan bahwa langkah pemerintah dalam menggenjot produksi benar-benar menampakkan hasil yang menggembirakan. Kebutuhan beras dalam negeri terpenuhi, impor dapat dihentikan, dan cadangan beras pemerintah kian kokoh.

Namun justru karena itulah, upaya peningkatan produksi beras tidak boleh dikendurkan. Swasembada beras berkelanjutan harus terus diprioritaskan dan dilestarikan. Pemerintah tentu tidak dilarang mengejar swasembada komoditas pangan lain—seperti jagung, kedelai, daging sapi, gula, bawang putih, dan seterusnya—tetapi beras tetap harus menjadi jangkar utama.

Tidak akan pernah ada swasembada beras tanpa peningkatan produksi yang terukur dan signifikan. Produksi yang berlimpah adalah syarat mutlak bagi terciptanya swasembada beras. Jika swasembada beras ingin dijadikan “pintu masuk” menuju swasembada pangan nasional, maka pemerintah tidak boleh melupakan fondasi ini.

Swasembada beras memang hanya salah satu indikator swasembada pangan. Swasembada pangan bersifat lebih luas, mencakup berbagai komoditas strategis lainnya. Namun, keberhasilan memenuhi kebutuhan beras sendiri merupakan penanda penting stabilitas pangan nasional.

Dengan demikian, swasembada beras dapat menjadi langkah awal yang kokoh menuju swasembada pangan, meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Kita percaya, pemerintahan Presiden Prabowo telah menyiapkan solusi-solusi cerdas untuk menjawab tantangan tersebut.

Akhirnya, perlu ditegaskan bahwa swasembada beras berkelanjutan adalah harga mati. Ia hanya akan terjaga jika produksi beras terus ditingkatkan secara konsisten dan signifikan. Karena itu, jangan pernah merasa lelah untuk terus menggenjot produksi beras.

Inilah esensi kedaulatan pangan.
Inilah makna keberpihakan pada petani.
Dan inilah yang layak disebut: keren.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membaca Dunia dengan Cahaya Al-Qur’an

Next Post

Runtuhnya Tembok Kesombongan di Tanah Suci

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post

Runtuhnya Tembok Kesombongan di Tanah Suci

Ahmad Khoizinudin dan TPUA yang Dibekukan (Sepintas Sejarah dan Catatan Etik Perjuangan)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...