• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tuhan Tidak Pernah Menciptakan Dusta

fusilat by fusilat
August 15, 2022
in Feature
0
Tuhan Tidak Pernah Menciptakan Dusta

Foto: Iwan Yahya (dok. Pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Iwan Yahya

Setiap insan berakal pasti mengimani bahwa bentang tanpa batas alam semesta adalah tebaran hikmah. Ayat-ayat ilahi yang menantang akal budi untuk takjub di atas kemampuan penyingkapan. Menjadi binar ilmu pengetahuan.
Rahmat kasih sayangNya yang bagai dian penerang jalan kepada pengenalan kebenaran. Mungkin itulah sebabnya mengapa firman pertama yang diterima Rasul Muhammad SAW berbunyi: Bacalah. Kemampuan membaca, memahami dan memaknai gejala, fakta dan peristiwa adalah ukuran kecakapan yang menentukan jarak akal budi kepada kebenaran. Dengan kata lain, ketidakcukupan pengetahuan dapat menjadi sebab gagap dan gagal paham seseorang atau suatu kaum atas persoalan.

Persoalan limbah misalnya. Terdefinisi dan dimaknai sebagai sesuatu yang tidak bernilai karena ketidakcukupan piranti pengetahuan dan kuasa berinovasi untuk menghadirkan manfaat darinya. Namun keadaan tidak akan selamanya demikian.

Ketika singkapan pengetahuan bertambah, maka cara pandang pun berubah. Ide dan kemampuan untuk memanen emas dari limbah chip piranti elektronik adalah sekedar contoh pergeseran makna limbah menjadi sumber daya. Hal tersebut mengisyaratkan setidaknya dua hal pasti. Pertama, Tuhan tidak pernah menciptakan limbah.

Kedua, singkapan kebenaran memiliki time line-nya sendiri untuk membentuk perubahan peradaban. Keadaan seperti itu tentu dapat memunculkan pertanyaan di batang nalar siapa pun. Jika memang benar bahwa pemaknaan limbah itu berkorelasi dengan ketidakcukupan kemampuan akal budi dan daya kreasi, lantas apakah kebohongan juga berada pada posisi yang sama? Bukankah Tuhan Yang Maha Esa juga tidak pernah menciptakan dusta?

Derau Yang Nyata

Kebohongan itu seperti derau. Noise yang menyaru dan menyatu di dalam sinyal. Menghadirkan tampilan berbeda, memiliki daya sesat namun tak sepenuhnya mampu menyembunyikan jati dirinya sendiri. Itu sebabnya pengetahuan modern mampu mendeteksinya dalam kongsi waktu. Beragam algoritma dan sensor bioritmik canggih telah berkembang yang kemudian menjadi tulang punggung teknologi digital forensik pendeteksi kebohongan.

Pertanyaan esensialnya tentu saja soal mengapa seseorang memilih berbohong? Apa pemantiknya? Sebuah artikel lama yang ditulis oleh Yudhijit Bhattacharjee di National Geographic edisi Juni 2017 mengupasnya dengan baik. Analisisnya masih relevan dengan hiruk pikuk beragam peristiwa dewasa ini. Tulisan berjudul Why we lie: The science behind our deceptive ways itu masih dapat dilacak pada laman web NatGeo.

Salah satu hal yang menarik dari tulisan itu adalah sebuah video eksperimen psikologi yang menguji dorongan berbohong pada diri seorang siswa. Saya tidak dalam posisi untuk mengupas isi sajian di National Geographic itu secara detil, namun ingin menegaskan suatu keadaan seperti yang diungkap dalam video di laman itu. Bahwa terdapat relasi kekuatan pengetahuan dan daya nalar dengan setiap ragam tindak tipu daya dan kebohongan.

Peter Schwardmann dan Joel van der Weele menulis sebuah penyataan yang menegaskan hal itu. Dalam artikel yang mereka terbitkan di Nature Human Behaviour tahun 2019 disebutkan bahwa sebagian orang terkadang berada pada keadaan nan terlampau percaya diri dengan kuasa atau kemampuan bernalar mereka. Itu membuat mereka menyangka dapat mempersuasi dan memperdaya orang lain dengan penuh keyakinan demi melindungi kepentingan dan keuntungan sepihak mereka sendiri.

Keyakinan berlebih pada kemampuan merekayasa kisah itu memang selalu terjadi. Namun tak jarang berbalik menjadi bumerang yang justru menguak kebusukan yang lebih memalukan. Kala kuasa nalar yang semula diyakini mumpuni itu rontok oleh singkapan kebenaran fakta, pada umumnya pelaku itu mengaku khilaf dan lalu meminta maaf. Pada beberapa peristiwa keadaan seperti itu bahkan menghantarkan pelakunya pada pilihan mati bunuh diri atau menjadi sebab ia dijatuhi hukuman mati.

Lantas bagaimana dengan tipu daya dan kebohongan yang tidak terungkap? Apakah itu terjadi karena pelakunya memiliki kuasa pengetahuan yang melampaui daya kritis masyarakat? Jawabannya sudah pasti tidak. Kemampuan mengindera kebohongan dengan kuasa menumpas tipu daya adalah dua hal berbeda.

Kebenaran itu bersifat ilahiah dan diciptakan Tuhan Yang Maha Esa sebagai sifat semesta. Adapun kebohongan itu selalu artificial. Selamanya menjadi derau dalam benderang kebenaran. Esensinya selalu demikian meski diskursus dibangun dengan rekayasa sehebat apa pun. Ia tercipta dari keterbatasan kodrati kemampuan bernalar manusia. Bukan untuk menyingkap tingkat kebenaran yang lebih tinggi seperti cara bernalar sains di kalangan para cendekia. Justru hadirnya sengaja dihajatkan membawa peran sebagai selubung pengingkar kebenaran.

Sifatnya laksana virus menular yang meninggalkan jejak luka bernanah pada siapa pun yang tersentuh olehnya. Liar tidak bertuan. Tak akan sepenuhnya terkendalikan meski dikerangkeng sekuat apa pun. Kebohongan selalu meninggalkan jejak dan menyimpan kisahnya sendiri.

Perbedaan esensial itu dapat dijelaskan dengan meminjam analogi dari perspektif teori perambatan gelombang elektromagnetik. Relasi antara medan magnet dan medan listrik menyebabkan rambatan energi di dalam material alami selalu bergerak dalam arah yang sama dengan vektor gelombang. Adapun rambatan energi pada material tak alami arahnya direkayasa berlawanan dengan vektor gelombang.

Dampak dari perbedaan itu, material hasil rekayasa memiliki daya selaras dan resonansi spesifik yang berbeda dengan ciri material alami. Resonansi tak lazim itulah yang kemudian akan terpahami sebagai usikan dalam insteraksi sosial masyarakat.

Menimbulkan ketidaknyamanan, mendistorsi kepatutan nalar dan melawan adab yang berlaku. Lantas bagaimana kebohongan itu menyimpan kisahnya sendiri? Dalam kaidah iman Islam terdapat keyakinan bahwa kelak pasca kematian setiap manusia akan mengalami keadaan dimana mulut terkunci dan tak kuasa berbicara (Q.S 36/65). Pada saat itu tangan dan kaki akan memberi persaksian dan mengurai semua kisah kehidupan. Mengupas rahasia hingga tanpa bersisa.

Keadaan bersaksinya tangan dan kaki itu dapat dibedah dengan pisau pengtahuan. Tubuh manusia dipenuhi karbon, silikon dan beragam unsur tanah yang merupakan elemen utama untuk pembuatan piranti penyimpanan data. Dengan kata lain bahwa tubuh manusia itu sejatinya merupakan storage device canggih berkapasitas besar tiada tara. Hal itu menjelaskan mengapa ilmuwan modern masa kini mampu menduga sebab kematian seseorang yang hidup ribuan tahun silam hanya dengan berbekal analisis terhadap sampel bagian dari fosil atau mumi.

Hidup memang fana bersama kematian. Namun tidak dengan jejak akal budi. Karbon, silicon dan unsur-unsur tanah di badan kembali ke titik asalnya di bentang semesta. Membawa serta segenap kisah kehidupan dan catatan peristiwa yang tersimpan rapih bersamanya. Hening dalam kongsi waktu hingga saat Tuhan memintanya bercerita.

Tipu daya itu sejatinya memang limbah berjelaga. Buah yang nyata dari angkuhnya keyakinan diri dengan kuasa nalar bukan tanpa batas. Selamanya tak akan pernah mampu menutup jati diri. Semesta selalu memiliki cara untuk menangkap jejaknya sebagai derau yang nyata berkawal kebodohan. Kusam dalam benderang. Selalu demikian karena Tuhan tidak pernah menciptakan dusta. Wallahualam.

Iwan Yahya | Dosen dan peneliti The Iwany Acoustics Research Group (iARG) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dikutip Detik.com Minggu, 14 Agustus 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bosscha, Sinema dan Berharap Daya Cipta

Next Post

Ikan Mati Yang Terbawa Arus PT 20%  Bertemu di Muara Pilpres 24

fusilat

fusilat

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Ikan Mati Yang Terbawa Arus PT 20%  Bertemu di Muara Pilpres 24

Ikan Mati Yang Terbawa Arus PT 20%  Bertemu di Muara Pilpres 24

PKS Tak Berminat Berkoalisi Dengan Gerindra, Kapok?

Prabowo Puja Puji Jokowi, Pengamat :Cerdik Mainkan Suasana Kebatinan Pendukung Jokowi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist