Bandung – FusilatNews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggelar operasi khusus untuk menghentikan perilaku organisasi masyarakat (ormas) yang mengganggu aktivitas bisnis dan investasi di wilayahnya. Operasi khusus ini diberi nama Operasi Jabar Manunggal.
“Kami membaca fenomena tentang oknum ormas yang mengganggu investasi. Kami siapkan pembiayaan untuk melindungi para pengusaha, termasuk menyiapkan biaya keamanan dengan istilah Operasi Jabar Manunggal,” ujar Dedi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/2).
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Jawa Barat dengan mengatasi gangguan dari oknum ormas yang melakukan aksi pungutan liar dalam berbagai sektor, seperti proses pembebasan lahan, rekrutmen tenaga kerja, hingga pengelolaan limbah industri.
“Kami dorong perusahaan untuk didampingi agar tidak terganggu oleh praktik ilegal yang merugikan dunia usaha dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dedi berharap kebijakan ini dapat berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat tahun 2025. Ia menargetkan PAD meningkat dari Rp19 triliun menjadi Rp21 triliun, dengan total belanja daerah mencapai Rp33 triliun. Salah satu fokus utama dalam pengelolaan anggaran adalah memastikan dana alokasi bagi hasil sebesar Rp6 triliun untuk kabupaten/kota sepenuhnya digunakan dalam pembangunan infrastruktur jalan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Jawa Barat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini, baik dalam bentuk peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun terciptanya iklim investasi yang lebih aman dan kondusif,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jabar akan menggandeng aparat penegak hukum dalam implementasi Operasi Jabar Manunggal, memastikan bahwa regulasi dan kebijakan perlindungan bagi pengusaha dapat berjalan efektif tanpa gangguan dari pihak-pihak yang berpotensi menghambat investasi.

























