• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Accounting, GCG, dan Al-Baqarah Ayat 282: Ketika Laporan Keuangan Bukan Sekadar Angka

fusilat by fusilat
February 21, 2026
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Di sebuah ruang rapat pertanggungjawaban keuangan, tak ada yang tampak ganjil. Laporan tersusun rapi. Neraca seimbang. Laba tercatat. Angka-angka berdiri patuh pada kaidah akuntansi.
Namun seperti retakan rambut di dinding beton, ada sesuatu yang tak kasat mata—sebuah utang yang tak pernah dibukukan.

Kisahnya sederhana, sekaligus menggelisahkan.

Sebuah perusahaan memiliki deposito berjangka di sebuah bank. Tanpa sepengetahuan penuh manajemen dan tanpa persetujuan kolektif sebagaimana semestinya, Direktur Keuangan menjaminkan deposito tersebut dan menarik pinjaman sebesar 70 persen dari nilainya. Dana cair. Kas bertambah. Tetapi utang itu tidak pernah muncul dalam laporan keuangan.

Secara teknis, transaksi ini mestinya banal: kas bertambah di sisi debit, utang bank tercatat di sisi kredit. Transparan. Terukur. Terbaca.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tidak ada pencatatan. Tidak ada pengungkapan. Tidak ada pembahasan di forum direksi atau komisaris. Pinjaman itu bahkan dialihkan ke kerja sama pengelolaan aset dengan sebuah perusahaan asset management yang minim pengalaman, tanpa rekam jejak kuat, dan tanpa jaminan apa pun.

Niatnya? Konon untuk meningkatkan profit.
Tetapi dalam dunia tata kelola, niat baik tanpa sistem adalah pintu masuk bencana.

Di titik inilah pertanyaan mendasar muncul: apa yang sesungguhnya salah? Apakah sekadar kesalahan prosedural? Ataukah kegagalan yang lebih fundamental—kegagalan memahami akuntansi dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai amanah?

Good Corporate Governance bukan sekadar istilah rapat atau hiasan slide presentasi. Ia berdiri di atas pilar transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan fairness. Ketika keputusan finansial strategis diambil secara sepihak, disembunyikan dari mekanisme kolektif, dan tidak dicatat sebagaimana mestinya, maka yang runtuh bukan hanya laporan keuangan, melainkan arsitektur kepercayaan itu sendiri.

Akuntansi pada hakikatnya diciptakan untuk membuat yang tersembunyi menjadi terlihat. Ia adalah bahasa kejujuran dalam angka. Ketika pencatatan dihilangkan, laporan keuangan berubah dari instrumen pertanggungjawaban menjadi alat penyamaran.

Menariknya, jauh sebelum standar akuntansi modern dirumuskan, Al-Qur’an telah menegaskan prinsip transparansi transaksi.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 282—ayat terpanjang dalam Al-Qur’an—Allah memerintahkan agar setiap transaksi utang-piutang dicatat dengan benar:
“Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.”

Perintah ini bukan sekadar administratif. Ia adalah fondasi etika.
Ayat berikutnya, Al-Baqarah 283, berbicara tentang jaminan ketika pencatatan tidak memungkinkan. Prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko ditegaskan. Islam, dengan demikian, tidak berhenti pada niat, tetapi menuntut sistem pengamanan.

Dalam kasus di atas, utang tidak dicatat, keputusan tidak kolektif, dan dana dialihkan kepada mitra yang tidak bonafide tanpa jaminan. Dari perspektif GCG, prinsip transparansi dan akuntabilitas dilanggar. Dari sudut pandang manajemen risiko, risiko kredit dan moral hazard diabaikan. Dari perspektif syariah, perintah pencatatan dan kehati-hatian tidak dijalankan.

Lalu kita kembali pada pertanyaan awal: mengapa ini bisa terjadi?

Sering kali penyimpangan tidak lahir dari kejahatan besar, melainkan dari keyakinan sunyi bahwa “saya tahu yang terbaik”. Ketika kewenangan tidak diimbangi mekanisme kontrol, dan ketika niat dianggap cukup untuk menggantikan prosedur, organisasi sejatinya sedang berjalan di tepi jurang—tanpa sadar.

Perusahaan modern menyebutnya internal control failure. Dalam bahasa agama, ini barangkali disebut pengabaian amanah.

Yang lebih mengkhawatirkan, kerugian finansial masih bisa dihitung. Namun kerusakan reputasi, hilangnya kepercayaan pemegang saham, serta retaknya integritas institusi—itu nyaris tak ternilai dan sulit dipulihkan.

Accounting bukan sekadar teknik debit dan kredit. Ia adalah instrumen moral dalam dunia bisnis. GCG bukan sekadar kepatuhan regulasi, melainkan arsitektur keadilan organisasi. Dan Al-Qur’an bukan hanya kitab ritual, tetapi panduan muamalah yang konkret.

Ketiganya bertemu dalam satu titik: pertanggungjawaban.
Pertanggungjawaban kepada pemegang saham.
Pertanggungjawaban kepada regulator.
Dan, bagi yang beriman, pertanggungjawaban kepada Allah.

Dalam konteks ini, korelasi antara accounting, GCG, dan Al-Qur’an bukanlah upaya “mengislamkan” teori modern. Justru sebaliknya, kita menemukan bahwa nilai-nilai dasar tata kelola yang baik telah lama diajarkan: pencatatan yang jujur, keputusan kolektif, kehati-hatian dalam risiko, serta perlindungan hak pihak lain.

Prinsip-prinsip Accounting dalam kerangka G20/OECD Principles of Corporate Governance (2015) sejatinya paralel dengan nilai Surah Al-Baqarah ayat 282. Demikian pula, implementasi COSO – Internal Control Integrated Framework (2013) merupakan langkah preventif yang efektif dan selaras dengan pesan ayat tersebut.

Catatan penting yang tidak boleh diabaikan: regulasi bisa memaksa kepatuhan, tetapi tidak bisa memaksa kejujuran. Di sinilah Al-Baqarah ayat 282 tidak sekadar mengatur pencatatan, melainkan mendidik integritas. COSO berbicara tentang control environment; Al-Qur’an berbicara tentang kesadaran moral. Keduanya bertemu pada satu fondasi yang sama: karakter.


Kesimpulan

Kasus utang yang tidak dibukukan menunjukkan bahwa kegagalan tata kelola sering berawal dari pengabaian hal yang tampak sederhana: mencatat dengan benar dan melibatkan mekanisme kolektif. Ketika transparansi diabaikan, akuntabilitas melemah. Ketika akuntabilitas melemah, risiko membesar. Dan ketika risiko meledak, niat baik tak lagi berarti.

Accounting, GCG, dan ajaran Al-Qur’an berpijak pada prinsip yang sama: kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab.


Saran

Pertama, setiap keputusan keuangan strategis harus melalui mekanisme kolektif kolegial dan terdokumentasi dengan baik.
Kedua, sistem pengendalian internal dan manajemen risiko harus dipahami sebagai pagar keselamatan, bukan sekadar formalitas kepatuhan.
Ketiga, internalisasi nilai-nilai etika—baik dari standar profesional maupun ajaran agama—harus hidup dalam budaya organisasi, bukan berhenti sebagai slogan.

Karena pada akhirnya, laporan keuangan bukan hanya cermin kinerja. Ia adalah cermin karakter.
Dan karakter, baik pada perusahaan maupun manusia, diuji bukan ketika semuanya berjalan lancar—melainkan ketika ada kesempatan untuk menyembunyikan sesuatu.


Referensi

  • Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 282–283.
  • Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). G20/OECD Principles of Corporate Governance (2015).
  • International Federation of Accountants (IFAC). International Standards on Auditing (ISA).
  • Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Internal Control – Integrated Framework (2013).

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TNI–Polri Kelola Ribuan Dapur MBG, Diduga Jadi Sarana Perburuan Rente

Next Post

PANEN MELIMPAH, PETANI TETAP MISKIN Membedah Kekeliruan antara Pembangunan Pertanian dan Pembangunan Petani

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

PANEN MELIMPAH, PETANI TETAP MISKIN Membedah Kekeliruan antara Pembangunan Pertanian dan Pembangunan Petani

Menggunakan Ijazah Palsu: Karakteristik Mala in Se atau Mala Prohibita?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...