• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PANEN MELIMPAH, PETANI TETAP MISKIN Membedah Kekeliruan antara Pembangunan Pertanian dan Pembangunan Petani

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 22, 2026
in Feature, Politik
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) para sesepuh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat yang membahas masa depan pertanian nasional, mengemuka satu pertanyaan mendasar namun sering luput dari perhatian kebijakan: apakah pembangunan pertanian otomatis berarti pembangunan petani? Ataukah keduanya justru berjalan di jalur yang berbeda?

Pertanyaan ini tidak sekadar akademik. Ia menyentuh inti persoalan mengapa, di tengah klaim peningkatan produksi dan keberhasilan swasembada, petani tetap menjadi kelompok paling rentan dan tertinggal.

Pembangunan Pertanian: Mesin Produksi Negara

Pembangunan pertanian pada dasarnya adalah proses meningkatkan kemampuan dan kapasitas sektor pertanian guna mendongkrak produksi, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian. Orientasinya jelas: ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ruang lingkup pembangunan pertanian mencakup berbagai aspek, antara lain:
Pertama, peningkatan produksi, melalui teknologi modern, irigasi, dan benih unggul.
Kedua, peningkatan produktivitas, dengan efisiensi lahan, tenaga kerja, dan modal.
Ketiga, peningkatan kualitas hasil, lewat teknologi pascapanen dan standar mutu.
Keempat, peningkatan pendapatan petani, terutama melalui kenaikan produksi dan diversifikasi usaha.
Kelima, peningkatan kesejahteraan pedesaan, dengan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan dasar.
Keenam, pengelolaan sumber daya alam, agar berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.
Ketujuh, pengembangan agribisnis, guna menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.

Berbagai strategi ditempuh untuk tujuan tersebut, mulai dari Revolusi Hijau, pertanian berkelanjutan, pertanian organik, hingga pengembangan agroindustri. Di atas kertas, pembangunan pertanian tampak komprehensif dan menjanjikan.

Namun persoalannya muncul ketika keberhasilan sektor tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pelaku utamanya.

Pembangunan Petani: Manusia di Balik Sawah

Berbeda dengan pembangunan pertanian, pembangunan petani menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan. Ia merupakan proses meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan kualitas hidup petani beserta keluarganya.

Pembangunan petani meliputi:
Pertama, peningkatan kemampuan, melalui pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan teknologi.
Kedua, peningkatan kapasitas, terutama akses terhadap lahan, modal, dan pasar.
Ketiga, peningkatan pendapatan, yang tidak semata bergantung pada produksi, tetapi juga harga dan posisi tawar.
Keempat, peningkatan kesejahteraan, termasuk akses kesehatan, pendidikan, dan perumahan layak.
Kelima, peningkatan partisipasi, agar petani terlibat dalam pengambilan keputusan atas nasibnya sendiri.

Strategi pembangunan petani dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, kemudahan akses sumber daya, penerapan teknologi tepat guna, pengorganisasian petani, serta kemitraan yang adil antara petani, negara, dan swasta.

Dalam konteks Indonesia, pembangunan petani menjadi sangat krusial karena petani adalah tulang punggung pangan nasional sekaligus kelompok sosial yang paling mudah terpinggirkan.

Dua Jalan yang Sering Disatukan, Padahal Berbeda

Pembeda utama antara pembangunan pertanian dan pembangunan petani terletak pada fokus, sasaran, dan tujuan.

Pembangunan pertanian berfokus pada peningkatan kinerja sektor: produksi, produktivitas, dan ekspor. Sasarannya adalah sistem—irigasi, teknologi, dan infrastruktur. Tujuannya memperkuat ekonomi nasional dan ketahanan pangan.

Sebaliknya, pembangunan petani berfokus pada manusia: pengetahuan, kesejahteraan, martabat, dan posisi tawar petani. Sasarannya kualitas hidup keluarga petani, sementara tujuannya adalah keadilan sosial dalam pembangunan pertanian itu sendiri.

Dengan kata lain, pembangunan pertanian menguatkan mesin, sedangkan pembangunan petani menguatkan pengemudi. Mesin secanggih apa pun tak akan membawa kesejahteraan bila pengemudinya dibiarkan lemah, miskin, dan tak berdaya.

Menyatukan yang Terpisah

Contoh pembangunan pertanian dapat dilihat pada pembangunan irigasi, penggunaan alat modern, dan varietas unggul. Sementara pembangunan petani tercermin dalam pendidikan pertanian, akses kredit yang adil, kepastian harga, serta keterlibatan petani dalam kebijakan.

Dari uraian tersebut, terang bahwa pembangunan pertanian memang berbeda dengan pembangunan petani, meski keduanya memiliki irisan yang erat. Karena itu, jika bangsa ini sungguh-sungguh ingin mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, maka kuncinya bukan memilih salah satu, melainkan menghadirkan keduanya secara seimbang dan berkualitas.

Tanpa itu, kita hanya akan terus merayakan panen raya—sementara petani tetap hidup di batas kemiskinan.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Accounting, GCG, dan Al-Baqarah Ayat 282: Ketika Laporan Keuangan Bukan Sekadar Angka

Next Post

Menggunakan Ijazah Palsu: Karakteristik Mala in Se atau Mala Prohibita?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post

Menggunakan Ijazah Palsu: Karakteristik Mala in Se atau Mala Prohibita?

SKY BRIDGE DAN CABLE CAR: SAATNYA BUKITTINGGI MELANGKAH LEBIH TINGGI

SKY BRIDGE DAN CABLE CAR: SAATNYA BUKITTINGGI MELANGKAH LEBIH TINGGI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...