• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Antara Tegas dan Pura-Pura Tegas: NasDem dalam Jerat Bahasa Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
August 31, 2025
in Feature, Politik
0
SYL Jadi Tersangka Saat Berada di Luar Negeri, Surya Paloh Merasa Miris
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika Partai NasDem mengumumkan penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR RI, publik seolah digiring untuk percaya bahwa partai sedang bersikap tegas. Namun, jika ditelisik lebih dalam, istilah “nonaktifkan” ini tampak seperti trik semantik: keras di telinga, tetapi lunak dalam konsekuensi hukum.

Politik Bahasa: Hukuman yang Tak Menggigit

Dalam regulasi yang mengikat DPR, tidak ada istilah nonaktif. Yang ada hanyalah recall atau pergantian antarwaktu (PAW), sesuai UU MD3. Recall jelas dan final: kursi parlemen ditarik, digantikan kader lain, dan anggota tersebut kehilangan status wakil rakyat.

Sebaliknya, “nonaktif” hanyalah pencopotan fungsi di fraksi, semacam pembekuan internal. Secara hukum, Sahroni dan Nafa tetap sah sebagai anggota DPR, dengan gaji, fasilitas, dan status yang melekat. Artinya, ini bukan sanksi substantif, melainkan kosmetik politik.

Dengan kata lain, partai ingin terlihat berani menghukum, tetapi tanpa harus membayar harga mahal berupa kehilangan kursi di DPR. Inilah wajah ganda politik kita: marah-marah ke publik, tapi sayang kehilangan kekuasaan.

Ambivalensi Moral vs Kepentingan

Publik tentu bisa membaca permainan ini. Kalau benar pernyataan Sahroni dan Nafa dianggap “mencederai perasaan rakyat”, kenapa tidak langsung recall? Mengapa harus berhenti di nonaktifkan? Bukankah itu sama saja membiarkan mereka tetap menjadi anggota DPR, hanya saja tanpa baju fraksi?

Ambivalensi ini semakin mencolok jika dibandingkan dengan kasus lain. Eko Patrio dan Uya Kuya, misalnya, juga sering menuai kritik karena pernyataan kontroversial di ruang publik. Kalau standar NasDem adalah “perasaan rakyat yang tersakiti”, bukankah rakyat juga punya hak untuk menuntut hal serupa terhadap mereka?

Namun, sekali lagi, partai kerap bermain di wilayah abu-abu: tegas hanya jika menguntungkan, lunak jika berisiko.

Perangkap Kosmetik Politik

Langkah “nonaktifkan” pada akhirnya bisa menjadi jebakan bagi NasDem sendiri. Publik akan menilai ini sekadar kosmetik politik—upaya merawat citra moral tanpa benar-benar berkorban. Seolah partai berkata: “Lihat, kami keras kepada kader yang salah,” tetapi di belakang layar, mereka tetap menjaga agar kursi DPR tidak bergeser.

Kondisi ini bisa mengikis kredibilitas partai. Sebab, rakyat kini semakin peka pada permainan bahasa politik. Mereka bisa membedakan mana hukuman nyata, mana sekadar permainan kata.

Penutup: Konsistensi atau Simbolisme?

Kasus Sahroni dan Nafa hanyalah satu bab dari buku panjang hipokrisi politik kita. Jika partai serius menjaga moral politik, maka recall adalah langkah logis. Jika tidak, maka istilah “nonaktifkan” hanya akan terbaca sebagai kamuflase—tegas di permukaan, pragmatis di inti.

Kini publik menunggu, apakah langkah ini akan diterapkan pula pada figur lain yang menuai kontroversi, termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya. Atau, jangan-jangan partai hanya menggunakan istilah “nonaktif” untuk mengatur narasi, sementara substansinya tak lebih dari permainan bahasa demi mempertahankan kursi kekuasaan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Nonaktifkan” Bukan “Recall”: Menunggu Konsistensi Partai dalam Menindak Kader

Next Post

Jangan Sampai Darurat Sipil, Darurat Militer Terjadi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Jangan Sampai Darurat Sipil, Darurat Militer Terjadi

Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Jangan Sampai Darurat Sipil, Darurat Militer Terjadi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist