• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bahaya Publik Jokowi dan Dedi Mulyadi: Gejala ‘The Society of the Spectacle’

Ali Syarief by Ali Syarief
July 11, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bahaya Publik Jokowi dan Dedi Mulyadi: Gejala ‘The Society of the Spectacle’
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam lanskap politik modern Indonesia, wajah kepemimpinan telah mengalami pergeseran tajam — dari kualitas ide dan pemikiran menuju kekuatan citra dan pertunjukan visual. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari konsep The Society of the Spectacle yang diperkenalkan oleh filsuf Prancis, Guy Debord. Masyarakat modern, katanya, bukan lagi menjalani hidup secara langsung, tetapi tenggelam dalam representasi, simbol, dan tontonan. Dalam konteks ini, Joko Widodo dan Dedi Mulyadi menjadi representasi paling nyata dari pemimpin yang lebih mengandalkan pesona visual ketimbang kekuatan intelektual.

Jokowi muncul sebagai figur yang sederhana, membumi, dan rajin blusukan. Tapi, dalam banyak aspek, kesederhanaannya justru telah dikomodifikasi menjadi alat kekuasaan. Setiap aksi—entah bagi-bagi sembako, mengendarai motor besar, atau meninjau proyek IKN—selalu disertai kamera dan tim media. Jokowi bukan sekadar presiden, tetapi aktor dalam realitas virtual, yang lebih banyak hidup dalam cuplikan berita daripada perdebatan kebijakan. Demikian pula Dedi Mulyadi, dengan konten sosial media yang penuh aksi dramatis memberi sedekah dan menolong kaum marginal. Ia menjadi pahlawan visual, bukan pembangun sistem.

Namun, kontras dengan itu, kita memiliki generasi pemimpin yang membentuk dirinya bukan karena citra, melainkan karena daya pikir dan integritas intelektual: Soekarno, Soeharto, dan B.J. Habibie.

Bung Karno: Teater Kata yang Disokong Gagasan Besar

Bung Karno memang seorang orator ulung — spektakel dalam bentuk pidato — namun tontonan itu berakar pada kedalaman pemikiran ideologis. Ia bukan aktor, tetapi arsitek gagasan. Kata-katanya lahir dari pemahaman sejarah, filsafat, geopolitik, hingga teologi Islam dan Marxisme. Ia bukan hanya mengobarkan semangat massa, tetapi juga mengusung visi anti-imperialisme, nasionalisme, dan keadilan sosial. Bung Karno tampil, tetapi dengan isi.

Soeharto: Diam yang Sistemik

Soeharto tidak dikenal sebagai orator atau selebritas media. Tapi ia menata negara secara sistemik — baik dalam hal kontrol kekuasaan, pembangunan ekonomi, maupun rekayasa stabilitas nasional. Ia memang otoriter, bahkan represif, tapi kepemimpinannya dibentuk oleh strategi kekuasaan jangka panjang, bukan konten TikTok atau video viral. Soeharto bukan pemimpin yang suka tampil; justru kekuatannya adalah kemampuannya untuk mengendalikan sistem di balik layar.

Habibie: Teknokrat di Panggung Demokrasi

Habibie adalah figur yang langka: intelektual sejati yang tiba-tiba harus memimpin negara dalam badai transisi. Ia bukan pemimpin visual, tetapi pemimpin berbasis data, teknologi, dan moralitas konstitusional. Habibie tidak memoles diri sebagai “pemimpin merakyat” melalui sandiwara sosial media. Ia memulihkan demokrasi, membuka keran kebebasan pers, dan menyelamatkan republik dari kehancuran hanya dalam waktu singkat. Warisannya bersifat institusional dan substantif, bukan impresif secara visual.


Di tengah bayang-bayang pemimpin-pemimpin semacam itu, publik Jokowi dan Dedi Mulyadi menjadi gejala penurunan kualitas politik kita. Publik mereka dibangun bukan oleh kedalaman gagasan atau prestasi sistemik, melainkan oleh emosi sesaat, video yang menyentuh, dan narasi sederhana yang mudah viral. Masyarakat dibuat mabuk oleh pertunjukan, lupa akan esensi.

Inilah bahaya besar yang mengintai demokrasi kita: ketika politik menjadi panggung sandiwara, dan warga negara hanya menjadi penonton pasif yang terhibur, bukan subjek perubahan. Dalam Society of the Spectacle, kebenaran dikalahkan oleh persepsi, keadilan dikalahkan oleh narasi, dan kepemimpinan digantikan oleh pencitraan.

Jika generasi hari ini terus membangun pemimpinnya dari citra-citra semu, maka Indonesia tidak akan memiliki lagi Bung Karno baru, atau Habibie berikutnya. Yang tersisa hanyalah tokoh-tokoh yang tampil di layar, tapi hilang ketika sistem meminta arah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hakim Tak Boleh Cuci Tangan: Asas Ius Curia Novit Bukan untuk Dilanggar

Next Post

Dedi, Jokowi, dan Tipikal Pemimpin yang Harus Dihindari

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik
Crime

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
Next Post
Dedi, Jokowi, dan Tipikal Pemimpin yang Harus Dihindari

Dedi, Jokowi, dan Tipikal Pemimpin yang Harus Dihindari

30 Wamen Rangkap Jabatan: Ketika Kuasa Menggandakan Diri, Bukan Kinerja

Matinya Nurani Penguasa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...