• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Matinya Nurani Penguasa

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2025
in Birokrasi, Feature, Pojok KSP
0
30 Wamen Rangkap Jabatan: Ketika Kuasa Menggandakan Diri, Bukan Kinerja
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Hati nurani penguasa telah mati. Kalau tidak mati, tentu punya empati. Kalau tidak mati, tentu punya belas kasih.

Mereka yang gelap mata kita sebut penguasa. Bukan pemerintah. Apalagi pemimpin. Karena yang selalu mereka kedepankan adalah logika kekuasaan. Bukan akal sehat. Apalagi hati nurani. Aji mumpung pun mereka lancarkan. Mumpung berkuasa, semua diambil. Semua dikuasai.

Lihat saja, 30 wakil menteri merangkap komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka berdalih tak melanggar undang-undang, yakni UU Kementerian Negara. Kalau menteri, baru melanggar.

Bahkan bukan hanya wamen. Staf Khusus Presiden dan Wakil Presiden pun merangkap Komisaris BUMN. Gaji mereka dobel.

Mereka seperti punya niat sengaja merampok uang negara. Jumlah wamen diperbanyak, lalu rangkap jabatan. Mereka adalah pendukung penguasa di Pemilu 2024. Balas jasa. Balas budi.

Di sisi lain, rakyat sulit mencari makan. Juga pekerjaan. Sekali ada lowongan, yang mendaftar ribuan. Sampai-sampai sarjana pun berebut melamar pekerjaan kasar.

Di Jakarta, misalnya. Ratusan sarjana melamar menjadi Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Banyak pula pegawai dan karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Imbas efisiensi anggaran. Ironisnya, efisiensi anggaran dibarengi wamen rangkap jabatan.

Defisit anggaran? Solusinya utang. Pajak dinaikkan. Rakyat dicekik sampai pingsan.

Wamen rangkap jabatan memang tak langgar undang-undang. Tak langgar hukum. Tak langgar aturan. Tapi dari aspek kepatutan bagaimana? Dari aspek etika bagaimana?

Apakah mereka tidak punya empati? Apakah mereka tidak punya hati nurani? Andai punya pun, nurani itu telah mati. Mereka tamak. Serakah. Orang yang tamak biasanya juga bakhil. Kikir.

Harta dan kuasa ibarat air lautan. Makin direguk makin dahaga. Dahaga harta. Dahaga kuasa. Segala cara dihalalkan. Korupsi bukan jalan haram.

Yang sudah tidak berkuasa pun ingin tetap kuasa. Cawe-cawe caranya. Jokowi contohnya.

Yang sudah menjabat pun mau jabatan lainnya. Rangkap jabatan adalah solusinya. Toh tak ada aturan yang dilanggar.

Mereka akhirnya ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan. Implikasinya, karakter atau watak mereka rusak berantakan. Nurani mereka hilang.

Benar Aung San Suu Kyi (80) bilang: bukan kekuasaan yang merusak watak, melainkan ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan merusak mereka yang berkuasa. Takut dilanda kekuasaan merusak mereka yang dikuasai.

Bagi rakyat yang sedang dikuasai penguasa, agar watak kita tidak ikut-ikutan rusak karena takut dilanda kekuasaan, maka hanya ada satu kata: lawan!

Lawan dengan narasi. Lawan dengan demonstrasi. Lawan dengan tidak memilih mereka lagi di pemilu berikutnya. Kalau perlu revolusi!

Jangan hanya diam. Sebab diam di tengah kezaliman adalah selemah-lemahnya iman!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dedi, Jokowi, dan Tipikal Pemimpin yang Harus Dihindari

Next Post

Bangunan Runtuh Tim IDF di Gaza, Banyak Korban Dilaporkan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Bangunan Runtuh Tim IDF di Gaza, Banyak Korban Dilaporkan

Bangunan Runtuh Tim IDF di Gaza, Banyak Korban Dilaporkan

Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP

Petani: Produsen yang Dipaksa Jadi Konsumen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...