• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Cemooh Prabowo VS Cemooh Rakyat

Pentingnya Pemimpin Menjadi Teladan: Kearifan Apa yang Didapat dari Prabowo—Presiden RI?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 22, 2025
in Feature, Politik
0
Cemooh Prabowo VS Cemooh Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, rakyat dibuat tertawa dengan “dijogetin”, seolah politik adalah panggung hiburan, bukan panggung pengabdian. Namun, rupanya pesta kata tidak berhenti di situ. Semakin lama, semakin keras dan kasar, hingga kini yang menggema adalah “ndasmu”.

Kini, rakyatmu latah. Apa-apa “ndasmu”. Jalan rusak? Ndasmu. Harga beras melambung? Ndasmu. Korupsi merajalela? Ndasmu.

Dua diksi itu bukan sekadar kumpulan huruf, melainkan cerminan dari kepemimpinan yang membentuk budaya komunikasi. Dalam semiotika, ini bukan sekadar humor politik, melainkan simbol ignorance—sikap meremehkan hati nurani dan kehendak rakyat sendiri.

Dampak Kepemimpinan yang Mengajarkan Cemoohan

Sejarah telah menunjukkan bahwa ketika seorang pemimpin menormalisasi bahasa pelecehan dan meremehkan kepentingan rakyat, hasil akhirnya bisa menjadi malapetaka sosial dan politik.

Ambil contoh Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat. Retorikanya yang penuh ejekan, penghinaan, dan pelecehan verbal terhadap lawan politik, media, bahkan rakyatnya sendiri, melahirkan budaya politik yang semakin kasar. Kata-katanya, seperti “Loser!”, “Fake News!”, hingga “Shithole Countries”, menjadi jargon yang digunakan pendukungnya untuk menyerang siapa saja yang berbeda pendapat. Hasilnya? Polarisasi ekstrem di masyarakat, kekerasan politik meningkat, dan puncaknya adalah penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, ketika massa yang terprovokasi retorikanya berusaha menggulingkan hasil pemilu.

Begitu pula dengan Jair Bolsonaro, mantan Presiden Brasil, yang sering menggunakan bahasa kasar untuk menyerang lawan politik dan bahkan meremehkan pandemi COVID-19 dengan mengatakan “It’s just a little flu.” Retorikanya yang sembrono membuat banyak rakyat Brasil menyepelekan bahaya virus, mengabaikan protokol kesehatan, dan pada akhirnya, Brasil mengalami salah satu tingkat kematian COVID-19 tertinggi di dunia.

Dari Kata-kata ke Krisis

Ketika pemimpin membentuk budaya komunikasi yang kasar dan meremehkan, dampaknya lebih besar dari sekadar lelucon di atas panggung. Ia mengajarkan rakyat untuk berlaku sama. Jika pemimpin bisa mencemooh, maka rakyat merasa berhak untuk melakukan hal yang sama. Jika pemimpin bisa mengabaikan etika, maka rakyat tak lagi melihat pentingnya adab.

Hari ini, Indonesia sedang berada di jalur yang sama. Dimulai dari “dijogetin”, berkembang menjadi “ndasmu”, dan siapa yang bisa menjamin bahwa besok tidak akan lebih buruk? Jika pemimpin menjadikan cemoohan sebagai standar komunikasi politik, maka jangan terkejut jika kelak masyarakat terbiasa meremehkan semua persoalan serius dengan kata-kata kosong.

Apakah ini kearifan yang ingin diwariskan kepada bangsa? Jika pemimpin memang adalah panutan, maka apa yang dipertontonkan akan menjadi budaya. Dan budaya yang dibangun dari pelecehan verbal hanya akan menghasilkan bangsa yang semakin jauh dari adab, kepekaan, dan kepedulian.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rafli Achmad – Dangkal Membaca Masalah. Hastag dilawan Hastag

Next Post

Pabowo pun Takluk Melawan Aguan: Arsin Jadi Tumbal

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Menteri Nusron Copot 6 pejabat di Lingkungan Kantor ATR/BPN Terkait Penerbitan Sertifikat HGB/ SHM

Pabowo pun Takluk Melawan Aguan: Arsin Jadi Tumbal

INDONESIA DALAM KEGENTINGAN HUKUM: BISA MENJADI NEGARA GAGAL

INDONESIA DALAM KEGENTINGAN HUKUM: BISA MENJADI NEGARA GAGAL

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...