• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Empat Aktivis Jadi Tersangka: Antara Suara Kritis dan Cap Provokator

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
September 4, 2025
in News, Tokoh/Figur
0
Empat Aktivis Jadi Tersangka: Antara Suara Kritis dan Cap Provokator
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews – Nama mereka mungkin tidak setenar politisi Senayan atau pejabat negeri ini. Tapi dalam pusaran demonstrasi Agustus lalu, empat aktivis mendadak jadi sorotan nasional. Polisi menyebut mereka sebagai provokator, namun di mata sebagian publik, mereka hanyalah anak-anak muda yang bersuara kritis terhadap arah negara.

Empat nama itu adalah Delpedro Marhaen Rismansyah (DMR), Direktur Eksekutif Lokataru Foundation; Muzaffar Salim (MS), staf di lembaga yang sama; Syahdan Husein (SH), admin akun Instagram @gm (Gejayan Memanggil); serta Khariq Anhar (KA), mahasiswa Universitas Riau sekaligus pengelola akun @amp (Aliansi Mahasiswa Penggugat).

Di balik tuduhan provokator, mereka sejatinya bagian dari lingkaran aktivis yang selama ini menyuarakan isu demokrasi, hak-hak sipil, hingga perlawanan terhadap otoritarianisme. Media sosial menjadi alat utama mereka. Dari sana, ajakan berkumpul, protes, hingga perlawanan terhadap kebijakan pemerintah disebarkan.

Namun, narasi berubah drastis ketika demonstrasi berakhir ricuh. Polisi menuding keempatnya bukan sekadar mengorganisasi massa, tetapi juga menebar ajakan destruktif. “Peran mereka signifikan dalam menyebarkan narasi yang mendorong pelibatan pelajar, sehingga menimbulkan kerusuhan,” kata juru bicara Polda Metro Jaya.

Kasus ini lalu berkembang. Dua nama lain ikut ditetapkan sebagai tersangka: RAP, yang dituding membuat tutorial bom molotov, serta FL, seorang perempuan yang mengajak pelajar turun ke jalan lewat TikTok. Dengan itu, total enam orang kini berada dalam proses hukum.

Tetapi, pertanyaan besar muncul: apakah mereka benar provokator, atau sekadar aktivis yang dilabeli untuk membungkam kritik?

Bagi kelompok pro-demokrasi, cap “provokator” bukan hal baru. Di masa lalu, istilah serupa dipakai untuk mendeligitimasi gerakan mahasiswa. Aktivisme dianggap ancaman stabilitas, bukan sebagai suara yang perlu didengar.

Kini, pola itu seperti berulang. Anak-anak muda yang bersuara di ruang digital, yang memilih jalan aktivisme, dihadapkan pada pasal-pasal berat: UU ITE hingga UU Perlindungan Anak. Ironisnya, mereka dituding merusak generasi muda, padahal sejak awal justru mengajak pelajar untuk melek politik.

“Dalam sistem yang alergi kritik, siapa pun bisa tiba-tiba dilabeli provokator,” kata seorang akademisi yang enggan disebutkan namanya.

Apa yang terjadi pada Delpedro, Muzaffar, Syahdan, dan Khariq, lebih dari sekadar kasus hukum. Ini adalah cermin tarik-menarik antara negara yang ingin mengendalikan narasi dan warga yang menolak bungkam. Di jalanan Agustus lalu, benturan itu pecah, meninggalkan pertanyaan: siapa sebenarnya yang memprovokasi—aktivis muda, atau sistem yang takut pada kritik?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Temuan Komnas HAM Membuka Luka: Demokrasi yang Tersedak Gas Air Mata

Next Post

Ironi Pangan: Serap Gabah “Any Quality”, Jual Beras Premium

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis
Feature

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

April 17, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Next Post
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?

Ironi Pangan: Serap Gabah "Any Quality", Jual Beras Premium

POLITIK PLATONIK: PERTARUNGAN GAGASAN YANG RAPUH

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

April 17, 2026

MENGUNGKAP KEKUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN

April 17, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026

Rahasia Allah 2: Ketika Kegagalan Dimaknai Hikmah

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist