• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

POLITIK PLATONIK: PERTARUNGAN GAGASAN YANG RAPUH

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
September 4, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Plato, dalam Symposium, menulis bahwa cinta sejati adalah cinta yang melampaui tubuh: cinta kepada keindahan jiwa dan ide. Dari sini lahir istilah cinta platonik. Dalam politik, analoginya adalah politik platonik: politik yang bertumpu pada pertarungan gagasan, bukan perebutan kekuasaan dengan kekerasan.

Politik platonik bukan berarti damai atau lembut. Justru sebaliknya, ia keras, penuh retorika, dan sarat konflik. Tetapi batasnya jelas: semua pertempuran terjadi di arena ide, simbol, dan institusi—bukan di jalanan dengan senjata.

Mari kita tengok Amerika Serikat. Dalam pemilu 2020, Donald Trump menolak kalah dari Joe Biden. Ia menuduh ada kecurangan sistematis. Kata-katanya memicu kerusuhan di Capitol Hill. Tetapi sistem tetap berdiri: Kongres mengesahkan kemenangan Biden, Mahkamah Agung menolak gugatan, Biden dilantik sesuai jadwal.

Pertarungan itu sangat keras, bahkan mengguncang. Tetapi ia tetap berada dalam rel gagasan dan institusi. Politik Amerika, meski retak, masih platonik.

Indonesia juga punya momen politik platonik. Soekarno dan Hatta berdebat soal demokrasi parlementer atau demokrasi terpimpin. Soeharto vs Benny Murdani berselisih tentang politik Islam, Gus Dur dan Megawati bertikai soal legitimasi kultur versus struktur. Bahkan Jokowi dan Oposisi Rakyat pun bertarung dalam narasi demokrasi versus otoritarianisme.

Tetapi bedanya, politik platonik di Indonesia jarang bertahan.
– Soekarno–Hatta berakhir dengan konsentrasi kekuasaan di tangan presiden.
– ⁠Soeharto–Benny Moerdani meluncur ke amok 1998.
– Gus Dur–Megawati berakhir dengan pemakzulan.
– Jokowi–Oposisi Rakyat kini berakhir dengan dinasti politik, korupsi, ketidak-adilan dan runtuhnya kepercayaan publik pada lembaga.

Politik platonik kita terlalu rapuh. Gagasan cepat berubah menjadi perebutan kursi, intrik, atau kekerasan di jalanan.

Mengapa bisa begitu berbeda dengan Amerika? Jawabannya ada pada institusi dan kepercayaan publik.
Di AS, meski terbelah, rakyat masih percaya pemilu dan hukum sebagai arena adil. Di Indonesia, publik justru curiga pada sistem. Pemilu dianggap penuh manipulasi, hukum dipandang sebagai alat rezim. Maka perang gagasan cepat berubah menjadi amok—ledakan marah yang tak lagi mengenal batas.
Perbedaan lain adalah budaya politik. Di Amerika, kalah dalam pemilu bukan akhir dunia; masih ada kesempatan lima tahun lagi. Di Indonesia, kalah berarti kehilangan akses pada sumber daya dan perlindungan hukum. Politik bukan sekadar gagasan, tetapi soal hidup-mati.

Politik platonik adalah tanda peradaban. Ia memungkinkan perbedaan ide diperdebatkan tanpa mengorbankan darah. Tetapi untuk menjaganya, kita butuh pagar: parlemen yang independen, pers yang bebas, hukum yang netral.

Tanpa itu, politik platonik hanya akan jadi kenangan. Ia indah dalam gagasan, tapi gagal dalam kenyataan. Seperti cinta Laila Majnun yang tak pernah bersatu, cinta yang berujung kepada kegilaan—dan kita kembali pada politik primitif: siapa yang kuat, dialah yang menang.===

Cimahi, 4 September 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ironi Pangan: Serap Gabah “Any Quality”, Jual Beras Premium

Next Post

12 Terlapor Kasus Ijazah Jokowi: Saatnya Siapkan Bukti, Jangan Sekadar Firasat

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post

12 Terlapor Kasus Ijazah Jokowi: Saatnya Siapkan Bukti, Jangan Sekadar Firasat

Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Kini Gibran Sedang Melaksanakan Fungsi Presiden

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...