• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Janji Sejahtera Petani Gurem: Isapan Jempol di Ladang Kering

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 2, 2025
in Economy, Profesi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

“Isapan jempol” adalah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang berarti sesuatu yang tidak benar atau bohong — kabar yang tidak berdasar, cerita yang direkayasa, atau janji yang tak terbukti. Maka, ketika kita mendengar klaim bahwa petani Indonesia kini sejahtera, pantaskah kita bertanya: benarkah itu kenyataan, atau sekadar isapan jempol politik belaka?

Menguji Klaim Kesejahteraan Petani

Pemerintah kerap mengacu pada Nilai Tukar Petani (NTP) — yang saat ini berada di angka sekitar 124 — sebagai indikator kesejahteraan petani. Namun, apakah angka itu mencerminkan kesejahteraan petani gurem dan buruh tani yang menggantungkan hidup pada sebidang lahan sempit, atau bahkan tidak punya lahan sama sekali?

Di sinilah persoalan mendasar muncul. Angka NTP nasional hanyalah gambaran rata-rata yang kabur dan sering menutupi ketimpangan. Yang seharusnya disoroti adalah tingkat kesejahteraan petani gurem dan buruh tani secara spesifik, karena merekalah wajah sejati dari dunia pertanian Indonesia hari ini.

Realitas di Lapangan: Sejahtera yang Semu

Jawaban jujur atas pertanyaan “apakah petani gurem dan buruh tani sudah sejahtera?” adalah: belum.
Mereka masih bergelut dengan pendapatan rendah, akses terbatas terhadap sumber daya, serta minim perlindungan sosial. Di banyak daerah, petani gurem dan buruh tani bahkan masih hidup di bawah garis kemiskinan. Pendapatan mereka tidak stabil, sementara harga input pertanian — pupuk, benih, dan sewa lahan — terus melonjak.

Lebih ironis lagi, akses terhadap lahan, air, dan teknologi pertanian modern masih menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Maka, berbicara tentang “petani sejahtera” tanpa membedah nasib petani gurem dan buruh tani sama saja dengan menutup mata dari kenyataan.

Mengapa Pemerintah Gagal Mensejahterakan Petani Kecil

Ada sejumlah faktor mengapa kesejahteraan petani gurem dan buruh tani tak kunjung membaik:

  1. Keterbatasan sumber daya. Anggaran, tenaga kerja, dan infrastruktur pertanian masih jauh dari cukup.
  2. Masalah yang kompleks. Isu petani bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga sosial, lingkungan, dan politik yang memerlukan pendekatan lintas sektor.
  3. Kurangnya akses informasi. Banyak petani tidak tahu ada program bantuan, teknologi, atau peluang pasar.
  4. Minimnya partisipasi petani. Mereka jarang dilibatkan dalam perumusan kebijakan, sehingga program yang dibuat sering tak menjawab kebutuhan di lapangan.
  5. Ketergantungan pada tengkulak. Rantai distribusi yang panjang membuat petani tetap di posisi lemah, menjual murah dan membeli mahal.

Program Ada, Tapi Efektivitasnya Dipertanyakan

Memang, pemerintah telah menggulirkan sejumlah program seperti:

  • Program Pembangunan Pertanian (P3) untuk mendorong produktivitas,
  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi petani kecil,
  • Subsidi pupuk dan benih,
  • Pembangunan infrastruktur pertanian,
  • Pelatihan dan pendidikan petani,
  • Penguatan koperasi pertanian, serta
  • Sistem pengawasan dan evaluasi program.

Namun, sejauh mana semua itu benar-benar menyentuh kehidupan petani gurem dan buruh tani? Apakah program tersebut hanya menambah daftar laporan keberhasilan di atas kertas, tanpa perubahan nyata di sawah dan ladang mereka?

Penutup: Dari Janji ke Aksi Nyata

Kesejahteraan petani gurem dan buruh tani bukan sekadar retorika statistik atau jargon politik musiman. Ia menuntut keberpihakan nyata, bukan sekadar angka di papan data.

Selama kebijakan pertanian masih dikelola dari balik meja tanpa mendengar suara petani kecil, maka kesejahteraan mereka akan tetap menjadi isapan jempol di ladang kering.


Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kongres Projo III : Ketidakhadiran Prabowo, Tamparan Simbolik bagi Jokowi

Next Post

Projo Ganti Logo: Gelandangan Politik di Era Prabowo

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Economy

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Bulog Ke Depan : MEWUJUDKAN INTEGRASI KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL
Economy

BERAS MELIMPAH KAPAN HARGANYA MURAH ?

June 2, 2026
Next Post
Projo Ganti Logo: Gelandangan Politik di Era Prabowo

Projo Ganti Logo: Gelandangan Politik di Era Prabowo

BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan di Tengah Cuaca Panas Ekstrem ~38 Derajat Celcius

BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan di Tengah Cuaca Panas Ekstrem ~38 Derajat Celcius

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...