• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kebijakan Tanpa Ingatan: Sebuah Kritik Liris atas Gagasan Kosong Maruarar Sirait

Ali Syarief by Ali Syarief
July 15, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kebijakan Tanpa Ingatan: Sebuah Kritik Liris atas Gagasan Kosong Maruarar Sirait
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatews – Ia berdiri dengan penuh keyakinan di podium kekuasaan, berbicara tentang sesuatu yang menurutnya “belum pernah ada sebelumnya.” Ia, Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), mengklaim program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai sebuah gagasan perintis—“baru pertama kali ada,” katanya, seakan sejarah perumahan rakyat di negeri ini adalah lembar kertas putih yang belum ternoda tinta.

Padahal negeri ini pernah mengenal sesuatu yang lebih substansial dari sekadar skema kredit: perumahan sebagai kehadiran negara bagi rakyat kecil. Sejak awal 1970-an, Orde Baru mendirikan Perumnas bukan untuk elite kota, bukan untuk kalangan berpengaruh, tapi bagi golongan satu sampai tiga—buruh, pegawai rendahan, para perantau yang ingin mengubah nasib di pinggir kota. Inilah akar sosial dari sebuah cita-cita perumahan rakyat. Dan Ara, entah bagaimana, seperti tidak pernah membaca bab itu dalam sejarah bangsanya.

Seorang menteri bisa salah, itu biasa. Tapi yang menyedihkan adalah ketika seorang pejabat berbicara seolah dunia dimulai dari dirinya. Seolah-olah semua sebelumnya nihil, seolah negeri ini hanya mengenal rumah sebagai barang dagangan—bukan kebutuhan dasar, bukan hak warga.

Dalam wawancaranya, Ara berbicara tentang “tak ada benchmark.” Tak ada yang punya pengalaman, katanya. Ia lupa, atau tak tahu, bahwa pengalaman bukanlah sesuatu yang harus selalu hidup dalam file digital atau Google Drive Kementerian. Ia tertanam dalam institusi, dalam praktik sosial, dalam memori kolektif. Tapi mungkin juga, itulah yang absen darinya: kepekaan terhadap memori.

Memori, itulah yang membedakan kebijakan dari sekadar proyek.


Mari kita bicara soal diksi: ketika ia menyebut KUR Perumahan sebagai “produk baru,” apa sebenarnya yang ia maksud dengan baru? Apakah baru karena disuntik dana triliunan dari lembaga bernama Danantara, hasil pertemuan elite yang lebih akrab dengan CEO ketimbang rakyat miskin yang antre rumah? Atau baru karena dikemas dalam jargon-jargon tata kelola, working group, regulasi akhir Juli, dan pengawasan berbasis konsultasi hukum?

Kita hidup di zaman ketika substansi sering dikaburkan oleh istilah manajemen. Ketika rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan objek kredit. Ketika rakyat bukan lagi subjek, melainkan target market. Dan Ara, dalam semua ucapannya, tidak berbicara tentang rakyat—ia hanya bicara skema.

Inilah menteri yang tak paham substansi kali. Ia membahas aliran dana seperti membicarakan bendungan, tapi lupa bahwa aliran itu seharusnya mengalir ke manusia, bukan ke tabel-tabel birokrasi. Ia bicara tata kelola, tapi tak pernah menyebut makna rumah bagi seorang ibu yang menidurkan bayinya di kolong jembatan.


Saya pernah menulis: “Yang kosong kadang bersuara lebih nyaring.” Kalimat itu kini bergaung kembali lewat retorika Ara. Penuh bunyi, miskin isi. Penuh niat baik, tapi terputus dari sejarah kebaikan yang telah lebih dulu dilakukan negeri ini.

Seharusnya Ara belajar pada masa lalu. Belajar dari mereka yang dengan anggaran terbatas mampu menghadirkan rumah-rumah sederhana yang bertahan puluhan tahun, yang menjadi saksi perjalanan keluarga dari miskin ke mapan. Belajar bahwa rumah adalah lumbung martabat, bukan sekadar objek finansialisasi.

Kita tidak butuh Menteri yang merasa jadi pelopor dengan cara menghapus masa lalu. Kita butuh pejabat yang bisa meneruskan dengan sadar, bukan memulai dengan sombong.

Sebab sejarah bukan halaman kosong yang menunggu ditulis ulang oleh ego penguasa baru. Sejarah, seperti rumah, dibangun di atas fondasi yang telah ada.

Dan Ara, seharusnya, tahu itu.


Catatan Penutup:

Dalam dunia yang gaduh dengan rencana dan proyek, kadang yang paling sunyi adalah suara akal sehat. Suara yang berkata: perumahan untuk rakyat kecil bukan soal inovasi, tapi soal keberpihakan. Dan keberpihakan tidak pernah bisa lahir dari ketidaktahuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Duitnya Kenceng, Pengacaranya Mahal — Akankah Keadilan Tegak?

Next Post

Negara Ambruk di Tangan Kekuasaan: Detik-detik Indonesia Mengalami Kerusakan Total

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN
Feature

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Next Post
Ijazah, dan Sebuah “Agenda Besar”

Negara Ambruk di Tangan Kekuasaan: Detik-detik Indonesia Mengalami Kerusakan Total

Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu

Bulog: Dari Gudang Negara ke Alat Kedaulatan Pangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DEMOKRASI: SUDAH, TAPI BELUM

July 23, 2026
Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

Ketut Sumedana, Kuda Troya Kejagung di BGN

July 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist