• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Konflik Thailand-Kamboja dan Tanggung Jawab Indonesia sebagai Pemimpin Kawasan ASEAN

Ali Syarief by Ali Syarief
July 25, 2025
in Feature, Perang
0
Bila Prabowo Jadi Presiden, Apa Yang Akan Terjadi?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Konflik bersenjata yang kembali pecah antara Thailand dan Kamboja pada 24 Juli 2025 menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas kawasan Asia Tenggara. Sedikitnya sembilan warga sipil tewas, puluhan lainnya terluka, dan ribuan penduduk terpaksa mengungsi dari daerah perbatasan. Ketegangan dua negara bertetangga ini bukan hal baru, tetapi eskalasi terbaru mencerminkan kerapuhan solidaritas regional ASEAN. Dalam situasi inilah Indonesia—sebagai negara terbesar, demokrasi terbesar, dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara—tidak bisa tinggal diam. Kepemimpinan Prabowo Subianto akan diuji: apakah ia mampu mengangkat Indonesia sebagai jangkar perdamaian dan stabilitas kawasan, atau justru larut dalam ketidakpedulian yang pragmatis?

Sebagai pemegang amanat dari prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam memainkan peran sebagai penengah konflik, baik di dalam kawasan ASEAN maupun di luar. Dari keterlibatan dalam proses damai di Kamboja pada 1980-an hingga mediasi dalam konflik Moro di Filipina Selatan, Indonesia telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan diplomatik yang kredibel dan dihormati. Kini, dalam menghadapi konflik Thailand-Kamboja, Indonesia harus kembali memainkan peran strategis ini, dengan mengedepankan pendekatan diplomasi aktif, netral, dan konstruktif.

Langkah pertama yang harus dilakukan Presiden Prabowo adalah memosisikan Indonesia sebagai mediator netral. Indonesia memiliki keunggulan strategis karena tidak memiliki kepentingan langsung atas wilayah yang dipersengketakan, tetapi memiliki cukup pengaruh politik dan militer untuk didengar oleh kedua belah pihak. Indonesia dapat mengajukan forum dialog bilateral di Jakarta, atau memfasilitasi pertemuan darurat antar menlu ASEAN guna mendorong gencatan senjata dan investigasi independen. Pendekatan ini bukan sekadar simbolik, melainkan langkah nyata untuk menjaga kredibilitas ASEAN sebagai kawasan damai dan stabil.

Lebih jauh lagi, Indonesia seharusnya mendorong aktivasi mekanisme damai regional seperti Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC). Konflik bersenjata yang menewaskan warga sipil lintas batas bukan lagi isu domestik Thailand-Kamboja, tetapi ancaman nyata bagi tatanan regional. Ketidakmampuan ASEAN untuk bertindak cepat dalam situasi ini hanya akan memperkuat anggapan bahwa ASEAN adalah organisasi yang lamban, tidak relevan, dan dikendalikan oleh prinsip non-intervensi yang usang.

Namun, intervensi Indonesia tidak cukup berhenti pada level diplomatik. Sebagai negara dengan angkatan bersenjata terbesar di kawasan, Indonesia memiliki jalur pertahanan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan antarmiliter. Prabowo, dengan latar belakang militer yang kuat, dapat mengaktifkan diplomasi militer melalui ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM), guna membuka ruang komunikasi antar panglima militer Thailand dan Kamboja. Jalur ini dapat meredakan eskalasi, mencegah kesalahpahaman, dan mendorong stabilisasi secara teknis.

Konflik ini juga telah mengganggu ekonomi kawasan. Perdagangan lintas perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang bernilai miliaran dolar kini terhenti. Stabilitas ekonomi regional adalah kunci bagi pertumbuhan Indonesia sendiri, terutama ketika Prabowo tengah mendorong visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi Asia. Karena itu, Indonesia sebaiknya mengusulkan pembentukan ASEAN Economic Resilience Task Force untuk merespons dampak konflik terhadap perdagangan, mata pencaharian penduduk perbatasan, dan aliran investasi.

Terakhir, Indonesia perlu menonjolkan wajah kemanusiaan ASEAN. Dengan meningkatnya jumlah korban sipil dan pengungsi, Prabowo dapat menginstruksikan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sikap ini tidak hanya menunjukkan empati dan solidaritas, tetapi juga menegaskan bahwa Indonesia berdiri bersama rakyat, bukan sekadar elit penguasa.


Ketika dunia memandang Asia Tenggara dengan harapan sebagai kawasan damai dan dinamis, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan bahwa harapan itu tetap hidup. Kepemimpinan Indonesia tidak cukup hanya dengan seruan damai di podium internasional, melainkan melalui tindakan konkret yang menjembatani kepentingan, mengurai konflik, dan merawat stabilitas.

Jika Prabowo ingin dicatat dalam sejarah sebagai negarawan, bukan sekadar pemimpin nasionalis yang kuat, maka inilah momentum baginya untuk melangkah lebih jauh: mengubah krisis di perbatasan menjadi kesempatan untuk memimpin, menginspirasi, dan mempersatukan kawasan. Sebab di tengah kobaran konflik, justru lahirlah pemimpin sejati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konflik Memanas di Perbatasan Thailand-Kamboja: Sembilan Warga Sipil Tewas, Kedua Negara Saling Menyalahkan

Next Post

Bagi-Bagi Bir di Acara Lari, Dua Komunitas Dipanggil Pemkot Bandung

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?
Feature

Sandyakalaning Hotman Paris

July 21, 2026
Next Post
Bagi-Bagi Bir di Acara Lari, Dua Komunitas Dipanggil Pemkot Bandung

Bagi-Bagi Bir di Acara Lari, Dua Komunitas Dipanggil Pemkot Bandung

IPW Minta Kapolri Buat Surat Edaran Larang Tangkap Pengguna Narkoba, Ini Alasannya!

IPW Minta Kapolri Buat Surat Edaran Larang Tangkap Pengguna Narkoba, Ini Alasannya!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist