• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Luka Lama dan Budaya Impunitas: Dari Big Data Pemilu hingga Pandora Papers

Ali Syarief by Ali Syarief
September 1, 2025
in Crime, Feature
0
Luka Lama dan Budaya Impunitas: Dari Big Data Pemilu hingga Pandora Papers
Share on FacebookShare on Twitter

Di antara pejabat Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan dan Airlangga Hartarto adalah yang paling menonjol. Luhut, kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, tercatat sebagai Presiden Direktur Petrocapital S.A. di Panama antara 2007–2010. Petrocapital S.A. adalah perusahaan offshore yang berdiri di yurisdiksi terkenal dengan kerahasiaan finansialnya.

Airlangga, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, dikaitkan dengan struktur bisnis offshore yang bersinggungan dengan PT Rig Tenders Indonesia Tbk, perusahaan keluarga yang bergerak di sektor pelayaran dan pertambangan batubara.

Meski keduanya membantah ada praktik melanggar hukum, dokumen Pandora Papers memperlihatkan jejak administratif dan kepemilikan yang nyata.

Fusilatnews – Laporan yang Hilang di Jalan.  Pada 19 Juli 2022, Damai Hari Lubis (DHL) bersama Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) mendatangi Bareskrim Mabes Polri. Mereka melaporkan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, terkait klaim big data yang menyebut 110 juta rakyat Indonesia mendukung penundaan Pemilu 2024. Klaim itu tidak pernah dibuktikan secara ilmiah, namun sudah lebih dulu menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Dasar laporan jelas: Pasal 14 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Intinya, Korlabi menuding Luhut menyebarkan berita bohong yang berpotensi menimbulkan keresahan. Laporan diterima, tapi sejak itu senyap. Tak ada kabar, tak ada proses, apalagi hasil.

Pola Lama yang Berulang

Kasus big data hanyalah satu fragmen dari pola yang sama: setiap kali nama Luhut dikaitkan dengan isu serius, aparat hukum seakan kehilangan taring. Kasusnya menguap, atau hanya berakhir sebagai riak sesaat. Padahal jauh sebelumnya, nama Luhut sudah muncul dalam Pandora Papers (2021), sebuah dokumen investigasi global yang menguak praktik penyembunyian aset di surga pajak.

Dalam dokumen itu, Luhut tercatat sebagai Presiden Direktur Petrocapital S.A., sebuah perusahaan berbasis di Panama pada 2007–2010. Panama sendiri dikenal sebagai surga pajak (tax haven) bagi perusahaan cangkang. Publik bertanya: apakah perusahaan ini tercatat dalam LHKPN? Apakah ada potensi konflik kepentingan dengan kebijakan publik yang ia pegang? Namun lagi-lagi, pertanyaan itu tak pernah dijawab tuntas.

Klarifikasi yang Menggantung

Luhut memang sempat memberi klarifikasi. Ia mengakui pernah mendirikan perusahaan di Panama, namun tidak berjalan dan akhirnya ia putuskan fokus di Indonesia. “Kalau saya salah, hukum saja,” ucapnya pada Oktober 2021. Pernyataan ini terdengar tegas, tapi tanpa verifikasi independen, sekadar menjadi kalimat yang menggantung di ruang publik.

Kisah serupa terjadi pada Airlangga Hartarto. Dalam Pandora Papers, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu dikaitkan dengan struktur bisnis offshore yang terkait dengan perusahaan keluarga, PT Rig Tenders Indonesia Tbk. Klarifikasinya pun singkat, tanpa penjelasan detail mengenai aset maupun aliran dana.

Reaksi Publik, Diamnya Negara

Publikasi Pandora Papers memicu reaksi dari sejumlah LSM. Kurawal Foundation menuntut Presiden Jokowi membentuk tim investigasi independen, sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai temuan ini seharusnya menjadi pintu masuk audit ulang kekayaan pejabat publik. Namun negara memilih diam. KPK, Kejaksaan, maupun Ditjen Pajak tidak pernah mengumumkan investigasi serius.

Kontras sekali dengan perlakuan hukum terhadap rakyat kecil. Kasus sepele bisa langsung diproses cepat, sementara nama pejabat besar yang tercatat dalam dokumen internasional justru dibiarkan. Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Luka Lama yang Harus Dibuka

Kasus Pandora Papers dan laporan big data sesungguhnya saling melengkapi. Keduanya memperlihatkan betapa rapuhnya komitmen Indonesia terhadap akuntabilitas pejabat publik. Luka lama ini harus dibuka kembali, karena bukan hanya soal individu, melainkan soal negara: apakah hukum benar-benar berlaku untuk semua, atau hanya alat melindungi yang berkuasa?

Selama pertanyaan ini belum dijawab dengan tindakan nyata, kita hanya akan melihat pola berulang: skandal besar cepat dilupakan, keadilan ditunda, dan rakyat terus menjadi penonton.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Dipecat dari DPR, Ada Apa dengan Sara Keponakan Prabowo, dan Deddy Sitorus Anak Buah Megawati?

Next Post

Presiden Tak Boleh Perluas Kewenangan Militer di Luar Konstitusi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Menanti Presiden Mencopot Kapolri

Presiden Tak Boleh Perluas Kewenangan Militer di Luar Konstitusi

Yaqut Qoumas, Menteri Agama yang Menistakan Amanah Haji

Yaqut Qoumas, Menteri Agama yang Menistakan Amanah Haji

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...