• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Yaqut Qoumas, Menteri Agama yang Menistakan Amanah Haji

Ali Syarief by Ali Syarief
September 1, 2025
in Crime, Feature
0
Yaqut Qoumas, Menteri Agama yang Menistakan Amanah Haji

Istimewa Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kasus korupsi kuota haji 2024 yang menyeret nama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, telah membuka salah satu tabir paling gelap dalam wajah birokrasi negeri ini. Bagaimana mungkin sebuah amanah suci, yang menyangkut ibadah rukun Islam kelima, bisa dijadikan bancakan kekuasaan? Inilah kejahatan yang bukan hanya melukai keuangan negara, melainkan juga menodai nilai-nilai spiritual umat.

Kuota Suci yang Diperdagangkan

Arab Saudi memberikan tambahan 20 ribu kuota haji pada 2024. Aturan jelas tercatat dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019: 92 persen untuk reguler, 8 persen untuk khusus. Artinya, 18.400 jemaah rakyat biasa, dan hanya 1.600 untuk kalangan khusus. Tetapi, di bawah kepemimpinan Yaqut, aturan itu dilanggar secara brutal: dibelah dua, 10 ribu untuk reguler, 10 ribu untuk khusus. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini adalah pengkhianatan terang-benderang terhadap hukum, logika keadilan, dan amanah umat.

Dari Amanah Jadi Ladang Bisnis

Pergeseran kuota itu tidak terjadi dalam ruang hampa. Di baliknya ada kepentingan, ada keuntungan, ada transaksi. Ketika ibadah haji yang mestinya simbol kesetaraan justru diperlakukan sebagai komoditas, maka nilai spiritual berubah menjadi angka-angka bisnis. Yang reguler—para jemaah dari desa, nelayan, petani—diperas haknya, sementara kelompok berduit mendapat porsi istimewa. Dari sinilah aroma busuk transaksi tercium, yang kemudian ditaksir KPK menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1 triliun.

Kejahatan yang Amat Telanjang

Apa yang dilakukan Yaqut bukanlah sekadar “kesalahan teknis”. Ini kejahatan yang amat telanjang. Sebab, hukum jelas, konstitusi moral jelas, dan tanggung jawabnya pun jelas. Namun, semua itu diinjak-injak demi keuntungan politik-ekonomi segelintir orang. Kejahatan ini tidak membutuhkan teori konspirasi untuk membuktikannya. Fakta hukum sudah berdiri kokoh: pembagian kuota haji menyimpang dari aturan, dan akibatnya mengalir pada kerugian negara serta penderitaan rakyat.

Luka Umat, Luka Bangsa

Korupsi di sektor apa pun sudah menyakitkan. Tetapi korupsi kuota haji memiliki dimensi moral yang jauh lebih dalam. Sebab, ia menyangkut ibadah umat Islam yang sudah menabung puluhan tahun, berharap bisa berangkat sekali seumur hidup. Ketika hak mereka dipotong demi kepentingan bisnis kuota, maka yang dikhianati bukan hanya rakyat, tetapi juga Allah sebagai tujuan ibadah itu sendiri.

Jalan Panjang Pengadilan Moral

Kini bola ada di tangan KPK. Publik menuntut lebih dari sekadar pemanggilan saksi. Mereka menuntut keadilan ditegakkan, agar Yaqut dan para kroninya tidak lolos dari jerat hukum. Namun, di luar proses hukum, kasus ini juga harus menjadi pengadilan moral. Bahwa kejahatan yang amat telanjang ini tidak boleh dipoles dengan dalih birokrasi, atau dilupakan karena sorot kamera sudah bergeser ke isu lain.

Penutup

Jika benar terbukti, maka kasus Yaqut akan tercatat sebagai salah satu noda paling pekat dalam sejarah Kementerian Agama. Sebab, kementerian yang mestinya menjadi pengawal moral umat justru berubah menjadi ladang korupsi. Dan ketika ibadah haji—simbol persatuan dan kesederhanaan—dikorupsi, maka sesungguhnya bangsa ini sedang menyaksikan bagaimana iman diperdagangkan dengan harga yang sangat murah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Tak Boleh Perluas Kewenangan Militer di Luar Konstitusi

Next Post

Mencoba Menipu Rakyat dengan Kata “Nonaktif”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!
Crime

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

June 6, 2026
Next Post
Membaca Rumah Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Jadi Sasaran Amarah Rakyat

Mencoba Menipu Rakyat dengan Kata “Nonaktif”

Bagaimana Memenjarakan Jokowi?

Bagaimana Memenjarakan Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

June 6, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

June 6, 2026
Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

June 5, 2026
Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

June 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist