• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Merobek Tirai : Prabowo, Asing, dan Permainan Persepsi

Ali Syarief by Ali Syarief
September 3, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Menanti Presiden Mencopot Kapolri
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika Prabowo Subianto menyatakan bahwa demonstrasi besar pada 25–28 Agustus lalu dipengaruhi oleh kekuatan asing, pernyataan itu tak bisa dibaca sekadar sebagai reaksi spontan. Ia adalah seorang mantan perwira Kopassus yang terbiasa dengan doktrin psychological warfare, sehingga setiap ucapannya seringkali punya muatan strategis.

1. Membangun Narasi Ancaman Eksternal

Dalam dunia politik, menyebut adanya “pengaruh asing” adalah strategi klasik untuk:

  • Mengalihkan sorotan dari substansi tuntutan massa kepada isu kedaulatan.
  • Menyatukan emosi nasionalisme publik, karena rakyat cenderung resisten terhadap campur tangan pihak luar.
  • Mendeligitimasi gerakan protes, seolah demonstrasi bukanlah murni aspirasi rakyat, melainkan hasil rekayasa pihak ketiga.

Dengan demikian, publik diarahkan untuk lebih curiga kepada siapa yang “membiayai” atau “mendesain” protes, daripada memperhatikan alasan orang turun ke jalan.

2. Pengalaman Militer dan Logika Intelijen

Prabowo paham betul bahwa setiap gerakan massa berpotensi memiliki aktor-aktor non-formal. Namun, dalam tradisi intelijen dan operasi militer, seringkali ancaman “asing” dijadikan justifikasi untuk memperketat kontrol. Bagi seorang mantan komandan, framing ini efektif untuk memperkuat legitimasi pemerintah dalam menghadapi gejolak.

3. Permainan Opini Publik

Pernyataan tentang “pengaruh asing” bisa dibaca sebagai alat framing. Di satu sisi, ia mengesankan bahwa pemerintah waspada terhadap kedaulatan nasional. Di sisi lain, itu menekan ruang gerak oposisi sipil dengan stempel “antek asing”. Dalam konteks psychological warfare, ini adalah bentuk fear appeal: membuat publik waspada, bahkan takut, terhadap infiltrasi luar, sehingga solidaritas terhadap demonstrasi melemah.

4. Kontradiksi yang Terlihat

Namun, di balik strategi ini ada kontradiksi. Menyebut ada “pengaruh asing” tanpa bukti konkret justru bisa menimbulkan pertanyaan:

  • Apakah pemerintah sedang defensif menghadapi legitimasi rakyat?
  • Apakah tudingan ini bagian dari upaya mendistraksi isu substansial yang diangkat dalam demonstrasi?
  • Jika benar ada campur tangan asing, mengapa pemerintah tidak transparan menunjukkan fakta?

Kontradiksi inilah yang memperlihatkan bahwa retorika semacam ini lebih berfungsi untuk perang opini ketimbang sebagai laporan intelijen murni.

5. Kesimpulan

Dengan segala latar belakangnya, Prabowo tahu betul nilai strategis dari tudingan “pengaruh asing.” Ia sedang memainkan kartu klasik dalam psychological warfare politik: menggeser fokus publik, memecah solidaritas demonstran, dan membangun citra pemerintah sebagai benteng pertahanan bangsa. Namun, justru karena efek psikologis inilah, publik perlu lebih kritis: apakah ini sekadar narasi pengalihan, atau benar-benar ada bukti nyata tentang intervensi asing?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan-Jangan Prabowo Tak Bisa Membaca Situasi

Next Post

Harga Kemajuan: Dari Beijing ke Pertanyaan untuk Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Harga Kemajuan: Dari Beijing ke Pertanyaan untuk Prabowo

Harga Kemajuan: Dari Beijing ke Pertanyaan untuk Prabowo

Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Ketika DPR Kembali Bernyanyi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist