• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Panen Raya Tetap Impor Beras, DPR: Kok Bisa?

fusilat by fusilat
June 11, 2024
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta, Fusilatnews. – Anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip mempertanyakan langkah pemerintah yang tetap mengimpor beras meskipun Indonesia memasuki musim panen raya sejak Maret lalu.

“Pemerintah bak menghadapi buah Simalakama. Dalam negeri panen raya, tapi impor beras tak bisa dihentikan. Kok bisa?” kata MU, panggilan akrab I Made Urip, kepada Fusilatnews.com usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Dalam RDP itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengaku tak bisa menyetop impor beras, karena produksi beras domestik tidak mencukupi meskipun panen raya sudah tiba sejak Maret lalu.

Di sisi lain, Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengaku diperintahkan Presiden Joko Widodo agar “standby” untuk tetap melakukan impor beras.

MU menyesalkan mengapa pemerintah tidak melakukan antisipasi dini terkait anomali cuaca yang memicu anjloknya produksi beras nasional. “Mungkin karena mengandalkan impor itu, sehingga pemerintah tak begitu ‘concern’ untuk melakukan antisipasi,” sindir MU yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan.

Pemerintah pun dinilai MU gagal melakukan antisipasi sehingga harga gabah hasil panen petani anjlok di tengah panen raya.

Wakil rakyat asal Bali ini kemudian merujuk contoh anjloknya harga gabah di tingkat petani yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Di Kabupaten Cirebon, Jabar, misalnya, harga gabah di masa panen rendeng (penghujan) 2023/2024 di tingkat petani anjlok, di mana
Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini di kisaran Rp5.400–Rp5.500 per kilogram untuk kualitas satu. “Gabah tersebut dipanen dengan menggunakan mesin combine,” cetusnya.

Sedangkan GKP kualitas dua atau yang dipanen secara manual menggunakan grabagan, kata MU, rata-rata dihargai Rp5.200–Rp5.300 per kg.

“Harga saat ini jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya, seperti saat Februari 2024, harga GKP di Kabupaten Cirebon mencapai Rp8.500 per kilogram,” tukasnya merujuk data yang ia terima dari petani Cirebon.

MU tak menampik harga gabah saat ini memang masih di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang mencapai Rp5.000 per kg. Namun, menurut MU, HPP tersebut belum berpihak kepada petani karena besarnya biaya tanam.

Selama musim tanam rendeng 2023/2024, lanjut MU, sejumlah petani harus melakukan tanam ulang karena pengaruh cuaca ekstrem. ‘Karena itu, petani harus mengeluarkan biaya ekstra yang besar untuk pemupukan, pembelian obat-obatan maupun upah pekerja. Belum lagi tak semua petani bisa mendapatkan pupuk subsidi,” paparnya.

‘’Dengan harga gabah yang sekarang hanya di kisaran Rp5.200–Rp5.500 per kg, hasil yang didapat petani pas-pasan. Apalagi bagi petani penggarap yang menyewa lahan,’’ lanjutnya.

Sebaliknya, kata MU, impor beras memberikan keuntungan bagi para pemburu rente. “Mungkin karena itulah maka bisa jadi dikondisikan bagaimana agar Indonesia tetap impor beras meskipun ada panen raya,” terangnya.

Berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), kata MU, total produksi beras pada periode Januari-Juli 2024 mencapai 18,64 juta ton. Angka tersebut lebih rendah 2,64 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bahkan dibandingkan dengan jumlah produksi pada kuartal II-2024, diproyeksikan masih lebih rendah.

Berdasarkan data Bulog, realisasi pengadaan beras nasional dari luar negeri sebesar 1,9 juta ton. Sementara pengadaan beras dalam negeri sebesar 582 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 101 ribu ton beras komersial.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hanya NU, Persis dan PHDI Terima Tawaran untuk Kelola Tambang, Ormas Keagamaannya Menolak

Next Post

Kompolnas: Tak Hanya Judi Online, Ada Sebab Lain Dorong Briptu FN Bakar Suaminya.

fusilat

fusilat

Related Posts

Mengapa Begal Marak di Bandung?
Feature

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.
Komunitas

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati
Feature

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026
Next Post
Kompolnas: Tak Hanya Judi Online, Ada Sebab Lain Dorong Briptu FN Bakar Suaminya.

Kompolnas: Tak Hanya Judi Online, Ada Sebab Lain Dorong Briptu FN Bakar Suaminya.

Jokowi: Karena Masa Transisi, Upacara !7 Agustus Digelar Secara Hybrid

Jokowi: Karena Masa Transisi, Upacara !7 Agustus Digelar Secara Hybrid

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026

Mengubah Sunset Menjadi Sunrise Business (Peran Induk Koperasi sebagai Holding Company, Pembina sekaligus Resources Management)

July 31, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...