• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Hadiri Partai Gajah – Narasi Konsesi 90 Ribu HA, Simbol, dan Strategi Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
July 21, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo Hadiri Partai Gajah – Narasi Konsesi 90 Ribu HA, Simbol, dan Strategi Politik

Istimewa Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Pidato Presiden Prabowo Subianto di Kongres PSI pada 20 Juli 2025 di Solo, Jawa Tengah, menyuguhkan sebuah narasi yang menarik sekaligus penuh lapisan makna. Dalam pidatonya, Prabowo membagikan kisah tentang pemberian lahan seluas 90.000 hektare miliknya di Takengon, Aceh, untuk konservasi gajah yang dikelola oleh World Wide Fund for Nature (WWF). Ia juga menyinggung soal Raja Charles III yang disebut memberikan ucapan terima kasih secara pribadi lewat surat. Bukan hanya sebuah cerita tentang konservasi satwa, narasi ini bisa dibaca sebagai simbol politik, strategi pencitraan, dan manuver personal yang sarat pesan simbolik.

Gajah sebagai Simbol Politik dan Personal

Gajah dalam banyak budaya adalah lambang kekuatan, kesabaran, dan kebijaksanaan. Ketika Prabowo mengatakan bahwa gajah adalah binatang kesayangannya, dan memuji PSI yang mengganti logo menjadi gajah, ia sedang membangun relasi simbolik antara dirinya, partai PSI, dan hewan yang kuat itu. Ini bukan hanya soal satwa, tapi tentang membentuk citra dirinya sebagai pemimpin yang sabar, kuat, dan bijak—atribut yang ingin ia tonjolkan dalam masa awal pemerintahannya.

PSI, yang kini menggandeng Prabowo sebagai tokoh penting dalam konsolidasi politik mereka, juga tampaknya bermain dengan simbol ini. Perubahan logo bukan sekadar estetik, melainkan penyelarasan ideologis dan psikologis dengan figur presiden yang sedang menjabat. Gajah bukan hanya menjadi simbol partai, tetapi kini juga menjadi “hewan politik”.

Narasi Konsesi dan Kontradiksi Agraria

Apa yang dilakukan Prabowo—memberikan 90.000 hektare dari total 98.000 hektare lahan yang ia miliki—terlihat seperti tindakan besar hati seorang dermawan terhadap lingkungan. Tapi ada lapisan yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Pertama, kita harus mengajukan pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin seorang pribadi bisa memiliki konsesi sebesar itu? Di tengah krisis ketimpangan agraria di Indonesia, narasi bahwa seorang presiden punya kuasa pribadi atas hampir 100.000 hektare lahan hutan tanaman industri (HTI) adalah ironi besar yang tidak semua orang bisa abaikan.

Pemberian lahan untuk konservasi—walau niatnya baik—menjadi bumerang wacana bagi sebagian pihak yang memperjuangkan keadilan agraria. Ia membuktikan bahwa kepemilikan lahan dalam skala besar oleh elit politik bukan hanya nyata, tetapi digunakan sebagai alat tawar politik luar negeri dan domestik. Surat dari Raja Charles III, misalnya, digunakan sebagai pembenar moral dan momentum “transformasi hati”, meskipun substansi persoalan sesungguhnya tetap tak berubah: distribusi tanah di Indonesia masih timpang.

Strategi Pencitraan dalam Politik Internasional

Momen ketika Prabowo menyebut Raja Charles III sebagai pemicu keputusannya untuk memberi lahan lebih besar ke WWF juga mengandung pesan politik luar negeri. Ia menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang diakui oleh dunia internasional—khususnya oleh tokoh sebesar Raja Inggris. Ini bukan hanya soal konservasi, tetapi tentang legitimasi moral dan politik. Pesan yang ingin disampaikan: “Saya bukan hanya disayang rakyat, tapi juga dihargai oleh raja dari negara besar.”

Dengan menyisipkan diplomasi lingkungan dalam retorika domestik, Prabowo sedang membangun wajah Indonesia di hadapan dunia sebagai negara yang peduli konservasi dan lingkungan. Tapi sayangnya, pencitraan ini tidak cukup kuat untuk menghapus persoalan mendasar: bagaimana sebuah negara bisa membiarkan tanah seluas itu berada dalam tangan segelintir orang?

Kesimpulan: Simbolisme yang Menyimpan Banyak Tanya

Cerita Prabowo di Kongres PSI bukanlah sekadar kisah inspiratif. Ia adalah narasi simbolik yang digunakan dengan cerdas untuk membungkus beberapa hal sekaligus: kedekatan dengan PSI, kecintaan terhadap satwa (gajah), kepemimpinan yang dermawan, serta relasi hangat dengan pemimpin dunia. Namun di balik semua itu, muncul pertanyaan penting yang tidak boleh tenggelam di balik tepuk tangan: apakah pembagian tanah negara kepada rakyat bisa selegitim pemberian 90.000 hektare kepada WWF? Apakah surat Raja Charles lebih layak jadi pemicu kebijakan agraria dibanding suara petani dan masyarakat adat?

Dengan menjadikan gajah sebagai pusat narasi dan simbol, Prabowo telah menyulap seekor binatang menjadi alat komunikasi politik. Kini, tinggal publik yang memutuskan: apakah mereka sedang menyaksikan pertunjukan konservasi, atau sedang dituntun ke dalam kebun simbol yang penuh paradoks.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BREAKING NEWS Anggota Kongres AS Thomas Massie Tuduh Pemerintah Tutupi Kejahatan Pelaku Pemerkosa Anak

Next Post

Jangan Senang Dulu – Itu Gula-Gula Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Next Post
Jangan Senang Dulu – Itu Gula-Gula Prabowo

Jangan Senang Dulu - Itu Gula-Gula Prabowo

Cara Prabowo Menjatuhkan Grace Natalie: Aib di Tengah Panggung Politik

Cara Prabowo Menjatuhkan Grace Natalie: Aib di Tengah Panggung Politik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...