• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Riza Chalid, Koruptor Buron dan Jejak Lobi Politik di Lingkaran Istana

fusilat by fusilat
July 22, 2025
in Crime, Tokoh/Figur
0
Riza Chalid, Koruptor Buron dan Jejak Lobi Politik di Lingkaran Istana
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews. –Ketika nama Riza Chalid kembali menyeruak dalam pusaran skandal korupsi sektor energi, publik teringat pada satu fakta lama yang mencemaskan: betapa dekatnya pengusaha minyak ini dengan pusat-pusat kekuasaan. Riza bukanlah pemain baru di ranah bisnis strategis. Ia adalah tokoh yang pernah disebut sebagai “The Oil King” di Indonesia, pengatur lalu lintas impor minyak yang disebut-sebut lebih berpengaruh daripada menteri energi sekalipun. Namun kini, dari kejauhan, ia menjadi tersangka yang sedang diburu Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi mega triliunan rupiah. Ironisnya, di tengah pelariannya, Riza masih mencoba menghubungi tokoh-tokoh penting di tanah air. Bahkan, salah satu nama yang ia hubungi adalah Hashim Djojohadikusumo, adik kandung dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto—sekutu politik utama Presiden Joko Widodo.


Kasus ini bukan sekadar korupsi. Ia adalah cermin bobroknya sistem tata kelola energi yang dibiarkan subur oleh relasi kuasa dan politik balas jasa. Penetapan Riza Chalid sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus tata kelola minyak antara Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengungkap bagaimana ia diduga mengambil untung dari selisih harga jual beli minyak—permainan kotor yang menelan uang rakyat dalam jumlah yang tidak kecil. Namun setelah dipanggil tiga kali oleh kejaksaan, Riza mangkir. Ia kabur ke luar negeri, sempat disebut berada di Singapura, tetapi kemudian Singapura membantah keberadaannya. Terakhir, Imigrasi Indonesia menyatakan bahwa Riza meninggalkan tanah air menuju Malaysia awal Februari 2025, sebelum status pencekalan dikeluarkan.

Di tengah kejaran hukum, langkah Riza tidak berhenti. Ia justru berupaya melobi—mencari celah dan simpul-simpul kekuasaan yang bisa dia harapkan sebagai penyelamat. Salah satu upayanya adalah dengan menghubungi Hashim Djojohadikusumo melalui perantara. Juru bicara Hashim, Ariseno Ridhwan, menyatakan bahwa Riza meminta bantuan hukum, namun Hashim menolak memberikan komitmen dan menegaskan tak ingin campur tangan. Hashim juga menyebut bahwa beberapa orang mengatasnamakan dirinya tanpa izin untuk menghubungi Riza. Dalam dunia bisnis dan politik Indonesia, pernyataan seperti ini tak ubahnya bahasa diplomasi: jaga jarak secara formal, tetapi tak menampik kemungkinan komunikasi informal.

Yang membuat publik resah adalah catatan masa lalu Riza Chalid yang dikenal sangat dekat dengan lingkaran elite kekuasaan. M Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, pernah menyebut Riza sebagai “teman VIP Jokowi”. Pernyataan ini tentu tak bisa dianggap enteng, mengingat peran penting Riza di balik beberapa keputusan penting sektor energi pada periode awal pemerintahan Jokowi. Bahkan pada Pilpres 2014, Riza disebut-sebut terlibat dalam proses lobi-lobi antara tokoh-tokoh penting saat itu. Meski tak pernah secara resmi menduduki jabatan publik, Riza diduga memainkan peran belakang layar yang sangat strategis.


Ada ironi besar di sini. Sementara rakyat disuguhi pencitraan tentang perang terhadap korupsi, salah satu buronan terbesar justru memiliki jejaring kuat dengan lingkaran istana. Bukankah ini menunjukkan betapa hukum bisa mandul saat berhadapan dengan para pemilik akses dan kekuasaan?

Upaya Riza menghubungi Hashim hanyalah puncak dari gunung es lobi kekuasaan yang selama ini tersembunyi. Kita tak tahu siapa saja yang sudah atau akan dihubungi. Kita juga belum bisa memastikan apakah benar Hashim tidak bersedia membantu atau justru hanya menolak secara formal demi menjaga nama baik di hadapan publik. Namun satu hal yang pasti: Riza Chalid tak pernah menjadi pengusaha biasa. Ia adalah simbol dari bisnis yang dibungkus kekuasaan, dari skandal yang merugikan negara dan dibiarkan bertahun-tahun tanpa akuntabilitas.


Kini, Kejaksaan Agung tengah menyisir keberadaan Riza di luar negeri. Namun pertanyaan yang lebih besar seharusnya ditujukan ke dalam negeri: mengapa seseorang sekuat Riza bisa bertahan begitu lama dalam sistem, bahkan setelah publik mengetahui rekam jejaknya? Mengapa upaya pencekalan dilakukan begitu lambat, seolah memberi waktu bagi sang tersangka untuk kabur? Dan yang lebih penting: apakah negara sungguh-sungguh ingin menangkapnya, atau hanya ingin terlihat seperti sedang bekerja?

Dalam kasus Riza Chalid, bukan hanya soal uang rakyat yang raib, tetapi juga soal kehilangan kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan integritas pemerintahan. Jika seorang buronan sekelas Riza masih bisa bebas bergerak dan melobi, maka sebetulnya siapa yang sedang dikendalikan—Riza atau republik ini?


Akhir kata, jika Jokowi dan para pemimpin negeri ini sungguh ingin meninggalkan warisan baik, maka menangkap dan mengadili Riza Chalid adalah ujian nyatanya. Bukan sekadar menyiarkan konferensi pers atau membuat pernyataan tegas yang tak bermakna. Karena keadilan tidak bisa dibangun dari pencitraan, tapi dari keberanian menghadapi orang-orang yang pernah duduk di meja makan kekuasaan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Stabilisasi Semu di Tengah Skandal Oplosan: Saat Perut Rakyat Dikorbankan

Next Post

Flashback: Prabowo Dipilih oleh Rakyat Banyak – Berterima Kasih kepada Jokowi: Tanda Tanya di Balik Kemenangan

fusilat

fusilat

Related Posts

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Next Post
Harapan Kepada Presiden Prabowo: “Menanggalkan Bayang-Bayang Jokowi”

Flashback: Prabowo Dipilih oleh Rakyat Banyak – Berterima Kasih kepada Jokowi: Tanda Tanya di Balik Kemenangan

Guru SD di Lombok Barat Diduga Setubuhi Siswi Bertahun-tahun, Polisi: Ada Video Ancaman

Guru SD di Lombok Barat Diduga Setubuhi Siswi Bertahun-tahun, Polisi: Ada Video Ancaman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist