Jakarta-Fusilatnews – Seruan damai pasca-Indonesia chaos menggema dari Masjid Nurul Baqa, Peninggaran, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Jumat (5/9/2025).
Seruan damai itu disampaikan Ustaz Tarsono SAg saat menjadi khatib salat Jumat di masjid yang juga dihadiri Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Baqa Drs KH Abdul Hadi Fatah.
Mula-mulai ia menyinggung hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tepat jatuh hari ini tanggal 12 Rabiul Awal.
Sambil menahan tangis, Ustaz Tarsono mengatakan pada hari inilah diperingati hari lahir manusia paling agung sedunia, yakni Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian membebaskan umat manusia dari kehinaan.
Sebab itulah ia mengajak jemaah untuk mencintai Nabi Muhammad SAW. Salah satu caranya adalah dengan meneladani akhlaqul karimah atau akhlak mulia yang dimiliki nabi dan rasul terakhir itu. “Kalau kita ingin dicintai Allah SWT maka cintailah Nabi. Cinta Nabi berarti kita meneladani akhlaqul karimah dan perilakunya,” jelas ustaz yang juga Tenaga Ahli Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin ini.
Salat yang kita jalani, takwa yang kita jalani, kata Ustaz Tarsono akan tercermin dari akhlak kita. “Kalau kita rajin salat, tapi dengan tetangga suka bertengkar, itu namanya akhlak kita belum baik,” cetusnya.
Ia lalu menyinggung soal aksi-aksi demonstrasi massa pekan terakhir Agustus lalu yang marak di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia yang diwarnai kerusuhan atau chaos yang menimbulkan korban jiwa akibat pembakaran gedung-gedung DPRD dan kantor-kantor polisi.
“Ironisnya yang menjadi korban adalah orang-orang tak berdosa. Aksi bakar-bakar itu terjadi karena akhlak para pelakunya belum baik,” tukasnya.
Ia kemudian menyerukan semua pihak untuk berdamai dan menahan diri, jangan sampai mau diadu domba oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang ingin melihat Indonesia hancur. “Demo silakan karena itu bagian dari hak berdemokrasi. Tapi jangan anarkis,” pintanya.
Ustaz Tarsono pun mengajak semua pihak jangan mau dibenturkan dengan aparat, karena aparat adalah rakyat Indonesia juga. “Aparat juga rakyat seperti kita yang punya keluarga, istri dan anak-anak. Janganlah kita memusuhi aparat yang sedang menjalankan tugasnya. Janganlah kita mau dibenturkan dan diadu domba dengan aparat,” tandasnya.

























