Jakarta FusilatNews – Hari Ini Selasa 27 September 2022 gabungan mahasiswa, buruh dan unsur masyarakat yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang menyambangi DPR RI di Senayan Jakarta Pusat, untuk protes dan menolak kenaikan BBM yang sudah diberlakukan sejak awal September lalu.Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan pihaknya akan mengerahkan sebanyak 4.400 personel gabungan TNI-Polri untuk mengawal jalannya aksi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2022 lalu.
Ribuan personel rencananya disebar untuk mengamankan aksi unjuk rasa di 14 titik. Khusus untuk aksi menolak kenaikan BBM hanya digelar di depan Gedung DPR.
“Untuk wilayah Jakarta Pusat seluruhnya di siagakan 4.400 personel gabungan TNI-Polri. Karena ada 14 titik, dan ada beberapa isu yang diangkat, di DPR ada soal BBM,” ujar Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2022).
Kapolres Metro Jakarta Pusat berharap aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR berjalan lancar dan tertib. Sehingga peserta demonstrasi tersebut tidak sampai menutup jalan raya yang ada di depan gedung DPR tersebut.
“Situasional karena DPR halaman cukup luas mudah-mudahan sih tidak sampai menutup Jalan Gatot Subroto,” kata Komarudin berharap.
Komarudin mengatakan, pihaknya mempersilakan masyarakat baik mahasiswa, buruh, dan petani menyampaikan aspirasinya. Namun tetap dengan tetap memperhatikan aturan-aturan perundang-undangan yang berlaku saling menghormati. Karena aktivitas masyarakat Jakarta sangat padat. Sehingga masyarakat diharapkan untuk berbagi tempat.
“Karena kita juga mengharapkan seluruh aktivitas bisa berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kemacetan karena memang kita atur kita lakukan rekayasa sekiranya diperlukan kalau tdak diperlukan tentu akan normal seperti biasa,” tutur Komarudin.
Aksi demonstrasi ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB sampai selesai. Aksi demonstrasi melibatkan beberapa aliansi di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak. Dalam aksi tersebut mereka akan menyampaikan tuntutan, mulai dari isu kesejahteraan petani hingga penolakan terhadap kenaikan harga (BBM).


























